Kadis Kesehatan Kota Kendari Bantah Penyebab Bayi Meninggal Dalam Ambulans Karena Mogok

Ketgam : Kadis Kesehatan Kota Kendari , drg Rahminingrum

Kendari, Sultrademo.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari angkat bicara terkait persoalan bayi meninggal dunia yang katanya akibat mobil ambulans pusat kesehatan (puskesmas) Poasia mogok kehabisan bensin.

Rahmi menceritakan, kronologis awal ketika laporan medis ibu hamil pendatang yang bukan warga Kota Kendari dan bukan warga Sulawesi Tenggara (Sultra) masuk ke Puskesmas Poasia. Namun dalam laporan itu, kondisi ibu masuk dalam persalinan beresiko tinggi.

Bacaan Lainnya

“Saat masuk, ibu tersebut sudah ada pembukaan empat. dimana pembukaan empat prosesnya sangat cepat. Sehingga, diperkirakan memang umur kehamilan ibu tersebut sudah 10 bulan yang dibuktikan dengan air ketuban yang sudah terlanjur diminum oleh bayi tersebut,” ujarnya, Selasa, (15/03/2022).

“Sehingga, puskesmas malakukan penanganan dengan asfiksia atau keadaan dimana bayi tidak dapat segera bernafas secara spontan dan teratur setelah lahir, sembari mempersiapkan rujukan ke RS Kendari,” tambahnya.

Menurut wanita berhijab ini, meninggalnya bayi tersebut saat akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kendari bukan karena mobil yang mogok. Tapi memang kondisi bayi yang kalau dalam ilmu kesehatan dalam kondisi resiko tinggi saat akan dilahirkan.

“Kami beranggapan, meninggalnya bayi bukan mogoknya mobil ambulans tersebut. Karena, saat mobil mogok, sekitar dua menit datang mobil Avanza menolong dan membantu mengantarkan bayi dan keluarganya ke RS Kendari,” ujar Rahminingrum.

Saat akan dirujuk kata Rahmi, terjadi hal yang tidak diinginkan, yaitu mesin mobil ambulans mati. Tapi, sekitar dua menit datang mobil Avanza yang ditahan keluarga bayi dan petugas dan langsung membawa bayi dan keluarganya di RS Kendari.

“Artinya, pertolongan persalinan sudah berjalan sesuai SOP di Puskesmas Poasia. Hanya memang kondisi ibu dan bayinya sudah masuk dalam kategori resiko tinggi. Hingga akhirnya, saat bayi diterima di RS dan kemudian diperiksa, memang kondisi bayi sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelas Rahminingrum.

Akan kejadian tersebut, Rahmi ikut prihatin. Pasalnya, insiden yang ada benar-benar diluar kendali semua pihak. Sehingga, kata dia, pihaknya sudah melakukan supervisi ke Puskesmas Poasia untuk mengetahui lebih pasti seperti apa.

“Kami sudah tindak lanjuti akan kejadian ini. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Kepala Bidang Kesmas itu sudah lakukan supervisi ke Puskesmas Poasia. Kemarin juga suster khusus untuk Puskesmas Poasia sudah kami panggil,” tutup Rahminingrum.

Laporan : Hani
Editor: UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait