Kendari, Sultrademo.co – Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, drg. Rahminingrum menegaskan bahwa foging atau pengasapan bukanlah pencegahan demam berdarah dengue (DBD) seperti yang dipercayai masyarakat selama ini.
Hal ini dikatakan Rahminingrum untuk meluruskan anggapan masyarakat. Pasalnya masyarakat berharap dengan adanya foging maka DBD juga tidak akan ada.
“Pencegahan DBD itu tergantung masing-masing warga yang dimana selalu memastikan, bahwa rumah mereka tidak ada sarang dan jentik nyamuk. Jadi masyarakat harus memberantas nyamuknya,” ujar Rahminingrum, Rabu, (16/02/2022).
Rahmi menjelaskan, fogging baru dilakukan jika dalam satu wilayah itu ditemukan kasus DBD sebagai langkah menurunkan populasi nyamuk Aedes Aegypti.
Jika ditemukan kasus, maka Dinkes dan Puskesmas akan turun melihat langsung kondisi di lapangan.
“Kalau ternyata memang disekeliling wilayah itu banyak jentik nyamuk dan beberapa lingkungan tersebut menunjukkan gejala yang sama, berarti terindikasi umum. Kalau seperti itu, barulah kita fogging,” jelasnya.
Laporan : Hani
Editor : UL
 






