Kendari, Sultrademo.co – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari mengajak seluruh perempuan yang ada di Kota Kendari untuk lebih meningkatkan wawasan agar bisa menjadi mitra laki-laki sehingga tercipta kesetaraan gender.
Hal tersebut disampikan oleh Kepala Dinas P3A Kendari, Hj Ratna Dewi dalam memperingati hari perempuan internasioanl, Jumat, (11/03/2022).
Menurut Ratna, untuk meningkatkan wawasan terhadap perempuan, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah-langkah. Mulai dari edukasi, kegiatan advokasi, sosialisasi anti kekerasan di sekolah, dan perencanaan spesial gender bagaimana antara tugas laki-laki dan perempuan tidak ada diskriminasi tapi ada kemitraan.
Ratna juga mengaku bahwa saat ini pihaknya telah melakukan MoU dengan Dinas Kesehatan Kota (Dinkes) Kota Kendari untuk 15 Puskesmas agar ikut mengantisipasi dan memitigasi apabila terjadi kekerasan baik kepada perempuan maupun anak.
“Peringatan Hari Perempuan iInternasional ini kita jadikan momen untuk berkomitmen, bahwa perempuan dapat melaksanakan tugas-tugasnya. Perempuan itu harus bisa maju, mandiri, dan bisa memiliki wawasan yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, dilokasi yang sama, Wali Kota Kendari H Sulkarnain berharap, peringatan perempuan internasional bukan hanya sekedar seremoni. Tetapi menjadi momen untuk bisa memberikan kontribusi yang lebih nyata dan lebih mengedepankan kualitas perempuan.
menurutnya, bukan hanya menuntut kuantitas tetapi bisa juga menunjukkan bahwa, ketika kesempatan dan ruangnya tersedia, maka betul-betul perempuan yang ada bisa memanfaatkan itu dengan baik. Salah satunya gagasan dan sentuhan perempuan yang tidak tidak dimiliki oleh laki-laki.
“Makanya, saya kira kesetaraan yang kita maksud disini adalah kemitraan. Saling mengisi, saling mengingatkan, dan saling melengkapi,” tuturnya.
Politisi PKS ini menyebut bahwa untuk melindungi hak-hak perempuan terutama kekerasan terhadap perempuan dan anak, banyak hal yang dilakukan pemerintah kota (Pemkot ) Kendari salah satunya advokasi dan mitigasi.
“Dibutuhkan partisipasi banyak pihak, keterlibatan banyak pihak dan dukungan banyak pihak sehingga situasi itu tidak perlu terjadi apalagi kekerasan terhadap perempuan dan terhadap anak,” tutup Sulkarnain.
Laporan : Hani
Editor : UL
 






