Kasus Aktif Terus Melandai, Pemkot Tiadakan Penyekatan di Perbatasan Kota Kendari

Ketgam : Gerbang Puuwatu Perbatasan Kota Kendari dan Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) (Foto Istimewa)

Kendari, Sultrademo.co – Jelang bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari berencana meniadakan penyekatan di beberapa perbatasan Kota Kendari seperti yang dilakukan tahun sebelumnya.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir menyatakan hal tersebut dilakukan Pemkot melihat situasi pandemi saat ini kian menunjukan penurunan kasus yang cukup signifikan.

Bacaan Lainnya

“Kalau melihat trend angka covid saat ini, saya kira tidak perlu. Kenapa, karena angka covid kita sudah sangat jauh menurun angkanya. Alhamdulillah kasus aktif kita sudah dibawah 200,” ucap Wali Kota.

Wali Kota bahkan optimis dalam kurun waktu sebulan, Kota Kendari bakal mengalami penurunan level PPKM dari level 3 ke level 2.

Namun tentu saja, hal ini akan berlaku jika kedisiplinan masyarakat akan protokol kesehatan bisa dipertahankan dan juga program vaksinasi tetap berjalan.

“Bahkan prediksi saya kalau kedisiplinan masyarakat ini bisa kita pertahankan dan bisa kita genjot terus vaksinasi kita, maka besar kemungkinan tidak sampai sebulan sudah akan kembali turun level kita,” imbuhnya.

Untuk mencapai hal tersebut, Politisi PKS ini menyebut saat ini pihaknya tengah melakukan komunikasi ke Pemerintah Pusat dengan tetap memperhatikan situasi dan kondisi masyarakat agar ekonomi tetap berjalan dan masyarakat tetap terlindungi dari potensi terpapar Covid-19.

“Ini yang sementara kita komunikasikan ke pemerintah pusat karena tentu kita juga harus menjaga situasi dan kondisi masyarakat agar ekonomi tetap berjalan tetapi perlindungan terhadap masyarakat akan potensi tertular ataupun terpapar covid -19 tetap maksimal kita lakukan,” tutup Wali Kota, Selasa, (08/03/2022).

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait