Kendari,Sultrademo.co – Kota Kendari kembali mendapatkan alokasi vaksin sinovac dari Pemerintah dengan jumlah mencapai 12 ribu dosis yang akan didistribusikan pada Februari – Maret 2021.
Rencananya, vaksin ini akan diberikan kepada petugas publik seperti ASN, TNI/Polri dan pimpinan lembaga yang ada di Kota Lulo. Upaya ini diharapkan bisa melindung masyarakat dari potensi paparan covid-19.
Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir mengatakan, alokasi vaksin ditahap dua ini jumlahnya lebih besar jika dibandingkan tahap pertama, dimana sebelumnya dialokasikan hanya kisaran 8.650 dosis.
“Alokasinya memang lebih besar. Sekitar 12 ribu dosis. Ini merupakan bagian dari 400 juta dosis vaksin yang dipesan pemerintah tahun ini,” ungkap Sul sapaan akrabnya.
Dia memastikan, seluruh tokoh publik yang ada di Kendari akan menerima vaksin tanpa terkecuali. Begitu juga seluruh masyarakat akan mendapatkan perlakuan yang sama (disuntik vaksin).
“Mudah-mudahan program vaksinasi ini bisa berjalan lancar dan sesuai rencana. Olehnya itu saya minta kepada suluruh elemen tanpa terkecuali untuk mensukseskan program vaksinasi agar bangsa ini segera terbebas dari covid-19,” harapnya.
Sementara di tempat terpisah, Juru Bicara (Jubir) Satuan tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kendari, dr. Algazali Amirullah mengatakan, pemberian sejumlah vaksin pada tahap kedua ini diperuntukkan bagi tokoh publik yang merupakan salah satu kelompok dengan resiko tinggi penularan.
Adapun mereka yang mendapatkan vaksin dipastikan tidak ada komorbid (penyakit penyerta) seperti penyakit diabetes, hipertensi, gangguan jantung, paru kronis, kanker, gangguam ginjal serta bukan ibu hamil / menyusui dan penyintas covid-19.
Lanjut kata Algazali, pemberian vaksin pada sejumlah orang atau kelompok masyarakat yang memiliki resiko tinggi tertular covid-19 sangat penting dilakukan agar imunitas tubuh mereka bisa terbentuk supaya bisa tercipta Herd Immunity (kekebalan kelompok).
“Saat ini tenaga kesehatan (nakes) kita sementara menjalani vasksinasi dosis kedua. Responnya cukup tinggi. Memang ada beberapa yang tertunda karena komorbid. Otomatis jatah vaksinnya dialihkan pada kelompok lain. Untuk tahap kedua, vaksinnya masih menunggu dari pusat. Termasuk teknis pemberiannya,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 menyebutkan, dari 4.400 nakes di Kendari hanya 4.098 nakes yang bersedia divaksin. Sisanya sekira 302 nakes batal divaksin karena komorbid, wanita hamil/menyusui serta penyintas covid-19. Sementara hingga kemarin pukul 15.00 wita, capaian vaksinasi tahap I (pemberian dosis tahap pertama) baru mencapai 28,52 persen atau baru 1.548 nakes yang divaksen. Sedangkan untuk pemberian dosis tahap kedua capaianya 1 persen atau baru 98 nakes yang divaksin.
Laporan : Hani
 






