Kisah Ferdiansyah, Remaja 14 Tahun yang Menolong Nenek Saat Banjir Tapanuli Tengah

Ketgam : Ferdiansyah. Foto: kompas.com

Tapanuli Tengah, Sultrademo.co – Bencana banjir yang melanda Kelurahan Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menyisakan banyak kisah haru dari warga terdampak. Salah satunya datang dari Ferdiansyah (14), siswa kelas IX SMP, yang ikut merasakan langsung detik-detik air bah menerjang kawasan tempat tinggalnya.

Ferdiansyah menuturkan, banjir terjadi pada Selasa (25/11/2025) saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak siang. Usai pulang sekolah, ia memilih beristirahat karena hujan tak kunjung reda. Namun, situasi berubah mendadak ketika kabar banjir datang dari tetangga.

Bacaan Lainnya

“Waktu kejadian pas pulang sekolah hujan terus tidur. Tiba-tiba tetangga ngabarin ada banjir, lalu air sudah besar,” kata Ferdiansyah, Kamis (18/12/2025), dikutip dari kompas.com.

Menyadari kondisi darurat, Ferdiansyah langsung berlari ke bagian belakang rumah menuju kediaman tetangganya. Di sana, ia melihat seorang nenek dalam kondisi kesulitan berjalan dan meminta pertolongan.

“Lalu saya ke belakang rumah teman ada nenek-nenek minta tolong susah jalan,” ujarnya.
Tanpa berpikir panjang, remaja yang bercita-cita menjadi presiden ini memapah sang nenek menuju dataran yang lebih tinggi hingga ke posko pengungsian.

“Saya jalan kaki ke tempat atas, tidak jauh ke tempat pengungsian,” tutur Ferdiansyah.

Saat kejadian, ibu Ferdiansyah sudah lebih dulu berada di tempat aman. Sementara ayahnya diketahui sedang merantau dan berangkat sehari sebelum banjir, tepatnya pada Senin (24/11/2025) malam. Pasca kejadian, Ferdiansyah mengaku telah berkomunikasi dengan ayahnya.

“Bapak sedih dia lihat sudah banyak rumah yang hancur,” katanya.

Sementara itu, bantuan kemanusiaan terus mengalir untuk para korban banjir di Kebun Pisang. Pada Kamis (18/12/2025), bantuan hasil donasi pembaca disalurkan berupa genset, lampu tenaga surya, obat-obatan, pakaian, susu, serta buah-buahan.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak tampak berkumpul di lapangan dan mengikuti berbagai permainan edukatif. Suasana hangat tercipta saat mereka diajak bermain, bernyanyi, dan ditanya tentang cita-cita. Di antara mereka, Melna menyampaikan keinginannya menjadi dokter, sementara Ferdiansyah dengan mantap menyebut ingin menjadi presiden.

Kisah Ferdiansyah menjadi potret keberanian dan kepedulian di tengah bencana, sekaligus pengingat bahwa nilai kemanusiaan dapat tumbuh dari siapa saja, bahkan dari seorang remaja.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Arini Triana Suci R
Editor: UL

Pos terkait