KNPI Ingatkan Pahlawan Nasional Oputa Yi Koo adalah Milik Sultra

Pahlawan Nasional asal Sulawesi Tenggara, Oputa Yi Koo atau Sultan Himayatuddin Muhammad Sandi

Buton Selatan, sultrademo.co – Salahsatu program strategis Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi adalah pembangunan Patung Pahlawan Nasional, Oputa Yi Koo atau Sultan Himayatuddin Muhammad Sandi di Bundaran Kantor Gubernur dan di Kota Baubau. Namun hal itu menuali banyak penolakan dari berbagai pihak.

Penolakan itu datang mulai dari ormas sampai dengan politisi.

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal tersebut, Ketua KNPI Kabupaten Buton, Ahmad Fandi menilai langkah dan tindakan yang dilakukan kelompok juga tokoh-tokoh tersebut sangat tidak etis dan sangat tendensius, mengingat patung atau monumen yang akan dibangun adalah Pahlawan Nasional dari Sultra yang diangkat langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Sebab menurutnya program utama Pemerintah Provinsi dengan slogan GARBARATA Sultra (Gerakan Akselarasi Pemerataan Pembangunan Wilayah Daratan, Laut atau Kepulauan) adalah sebagai wujud menyeimbangkan pembangunan antara kepulauan dengan daratan.

“Jangan membuat perpecahan antara daratan dan kepulauan. Pembangunan patung pahlawan yang telah diprogramkan Gubernur Sultra jangan dibilang berlebihan, terlebih membenturkan antara kepulauan dan daratan, apalagi ini menyangkut tokoh yang selama ini berjasa dalam melawan penjajah, berkontribusi terhadap pembangunan Sultra, dan Bangsa Indonesia,” ujar Fandi, pada Kamis (29/12/2022).

Ketokohan Oputa Yi Koo tidak perlu dipertanyakan lagi, sebab kata Fandi tidak mudah prosesnya untuk dinobatlannya sebagai Pahlawan Nasional, menurutnya masyarakat Sultra harus bangga punya sosok pahlawan yang lahir dari Bumi Anoa.

Lebih lanjut kata Fandi, kontribusi sosok Oputa Yi Koo dalam memerdekakan Indonesia telah tercatat nyata dalam lembaran sejarah Indonesia.

Dirinya menergaskan jangan ada kelompok yang mencoba membenturkan dan mengedepankan isu SARA dalam melakukan penolakan pembangunan patung di Seputaran Bundaran Kantor Gubernur, apalagi hanya untuk kepentingan Politik semata.

“Kami menilai sudah sangat tepat bapak gubernur membangun patung tersebut di Kota Kendari sebagai Ibu Kota Sultra dalam Kapasitas Oputa Yi Koo sebagai Pahlawan Nasional, dan kami akan tetap mendukung dan mengawal pembangunan Patung Pahlawan Nasional di Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari,” tegas Fandi.

Pembangunan monumen pahlawan di ibu kota Provinsi sangat penting dilakukan karena selain sebagai salah satu icon Sultra juga untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat akan pentingnya nilai-nilai kepahlawanan dan kontribusi Oputa Yi Koo dalam dalam memerdekakan Republik Indonesia.

“Kami menyayangkan sikap teman-teman yang menolak pembangunan patung pahlawan Oputa Yi Koo, karena sikap tersebut sangat kekanak-kanakan. Untuk itu kami akan tetap membangun komunikasi dengan saudara-saudara kami yang menolak, yang mayoritas dari daratan agar dapat menerima sosok Pahlawan Nasional Oputa Yi Koo sebagai pahlawan dari Sultra bukan hanya dari kelompok atau suku Buton saja,” kata Fandi.

Laporan: Muh Sulhijah

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait