Kendari Tawarkan Kawasan Industri 1.500 Hektare ke China, Siska: Terbuka untuk Semua

Ketgam : Siska Karina Imran paparkan sejumlah capaian kota Kendari dalam forum China–Indonesia Dialogue on Local Government Cooperation 2026 di Balai Kota Yogyakarta

Kendari, Sultrademo.co — Pemerintah Kota Kendari menawarkan peluang kerja sama pengembangan kawasan industri seluas sekitar 1.500 hektare kepada pemerintah daerah dan calon investor China dalam forum China–Indonesia Dialogue on Local Government Cooperation 2026 di Balai Kota Yogyakarta.

Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, mengatakan kawasan tersebut menjadi salah satu potensi strategis yang dapat dikembangkan melalui kerja sama antardaerah Indonesia dan China.

Bacaan Lainnya

“Kami juga menawarkan kerja sama kawasan industri yang luasnya kurang lebih 1.500 hektare. Mudah-mudahan ini bisa menjadi peluang kerja sama yang baik,” kata Siska dalam forum tersebut.

Siska juga mengundang delegasi China untuk datang langsung ke Kendari guna melihat potensi investasi dan sektor unggulan yang dimiliki daerah.

“Kami berharap bapak dan ibu yang hadir di sini dapat datang ke Kota Kendari, karena banyak potensi yang sangat menjanjikan untuk kita kembangkan bersama, bukan hanya untuk nasional tetapi juga internasional,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Siska memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kendari sebagai bagian dari upaya memperkuat daya tarik daerah bagi mitra internasional.

Salah satunya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang pada 2026 mencapai 86,36, meningkat dari 85,97 pada 2024.

Dari sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kendari juga meningkat dari 4,81 persen pada 2024 menjadi 5,16 persen pada 2025. Adapun PDRB per kapita disebut mencapai sekitar Rp85,16 juta per tahun, dengan total investasi sekitar Rp2,2 triliun.

Sektor pariwisata turut menjadi potensi yang ditawarkan. Sepanjang 2025, Kota Kendari mencatat sekitar 363 ribu kunjungan wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara dari 37 negara.

Pantai Nambo menjadi salah satu destinasi yang mendapat perhatian. Hingga 2026, kawasan tersebut mencatat sekitar 77.893 kunjungan.

Tak hanya jumlah wisatawan, pendapatan daerah dari kawasan Pantai Nambo juga meningkat signifikan. Pendapatan asli daerah yang sebelumnya sekitar Rp124 juta, hingga Juli 2026 telah mencapai sekitar Rp1 miliar.

“Ini merupakan salah satu titik yang kami kembangkan melalui revitalisasi kawasan. Kami ingin kawasan wisata juga menjadi kawasan ekonomi,” kata Siska.

Selain Pantai Nambo, Pemkot Kendari memperkenalkan Kebun Raya Kendari yang pada 2026 mencatat sekitar 44.127 kunjungan.

Siska juga memaparkan potensi sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan dan kerajinan. Kendari dinilai memiliki peluang pengembangan komoditas kelapa dan kakao, sekaligus potensi perikanan karena berada di wilayah pesisir.

Menurut Siska, berbagai potensi tersebut menjadi modal bagi Kendari untuk membangun kerja sama internasional yang lebih konkret.

“Visi kami, Kota Kendari terbuka untuk semua,” tegasnya.

Forum China–Indonesia Dialogue on Local Government Cooperation 2026 digelar oleh United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) bersama Chinese People’s Association for Friendship with Foreign Countries (CPAFFC) dan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Mengusung tema “Set Sail on a New Voyage: Local Cooperation for Building a China-Indonesia Community with a Shared Future,” forum tersebut mempertemukan pemerintah daerah Indonesia dan China untuk membahas peluang kerja sama serta memperkuat hubungan antardaerah kedua negara.

Pada sesi kedua, forum menghadirkan sejumlah narasumber dari Indonesia dan China, di antaranya Duta Besar Dr. Al Busyra Basnur selaku Presiden Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT), Ms. Tan Mingming dari Foreign Affairs Office of Dezhou, Wali Kota Jambi Maulana, Ms. Zheng Shunmei dari Beijing People’s Association for Friendship with Foreign Countries, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, serta Mr. Wang Xingbing dari Nanchang People’s Association for Friendship with Foreign Countries.

Hadir pula Wakil Wali Kota Pangkal Pinang Dessy Ayutrisna dan Head of the Environmental Agency Malang Regency Ahmad Dzulfikar Nurrahman.

Forum ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah Indonesia dan China untuk bertukar pengalaman sekaligus menjajaki kerja sama di bidang investasi, pariwisata, kebudayaan, ekonomi, lingkungan, mobilitas, dan pengembangan kapasitas daerah.

Bagi Kendari, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuka akses kerja sama internasional, khususnya dengan mitra dari China.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait