Buton Tengah Jadi Salah Satu dari 17 Daerah Rintisan SNT di Indonesia

Buton Tengah, Sultrademo.co Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara, mendapat kepercayaan menjadi salah satu daerah rintisan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Indonesia.

Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, menyambut kabar tersebut sebagai kebahagiaan bagi pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, tidak semua provinsi maupun kabupaten/kota mendapat kesempatan menjadi daerah rintisan SNT.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, suatu kebahagiaan bagi saya hari ini bahwa Buton Tengah, kabupaten yang baru merayakan ulang tahunnya yang ke-12, bisa disebut sebagai daerah yang mendapat kepercayaan menjadi daerah penerima sekolah rintisan SNT se-Indonesia yang hanya berjumlah 17,” kata Azhari, Senin (10/8/2026)

Menurut Azhari, jumlah tersebut menunjukkan bahwa program SNT masih terbatas di Indonesia. Dari 34 provinsi, tidak seluruhnya mendapat kepercayaan menjadi daerah rintisan, terlebih di tingkat kabupaten/kota.

Ia menilai hadirnya program SNT semakin melengkapi capaian Buton Tengah di sektor pendidikan. Sebelumnya, daerah tersebut juga dipercaya menjadi salah satu lokasi rintisan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT).

“Tahun lalu kita juga mendapatkan kepercayaan menjadi rintisan Sekolah Rakyat Terpadu dan tahun ini telah menerima siswa baru di gedung baru. Gedung seperti ini saat ini hanya ada sekitar enam puluhan di Indonesia dan salah satunya ada di Buton Tengah,” ujarnya.

Bukan Semata Keberhasilan Bupati

Azhari menegaskan keberhasilan Buton Tengah mendapatkan program tersebut bukan semata-mata hasil kerja pemerintah daerah atau bupati.

Menurutnya, dukungan masyarakat memiliki peran penting dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan yang kemudian membuka peluang bagi daerah memperoleh program nasional.

“Apakah ini keberhasilan bupatinya? Jelas tidak. Ini keberhasilan dukungan dari masyarakat Buton Tengah,” tegas Azhari.

Ia kemudian mengaitkan keberadaan program SRT dan SNT dengan keberadaan Kampus B Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka di Buton Tengah.

Menurut Azhari, keberadaan kampus tersebut bermula dari inisiatifnya ketika masih menjabat sebagai Rektor USN Kolaka pada 2018.

“SR dan SNT rintisan bisa kita dapat karena ada gedung USN Kampus B di Buteng, yang saya inisiasi 2018 lalu saat menjadi Rektor di Kolaka,” jelasnya.

Azhari mengatakan, kondisi Kampus B yang belum dapat berjalan maksimal karena keterbatasan tenaga pengajar dan sejumlah kebutuhan lainnya justru membuka peluang pemanfaatan gedung tersebut untuk mendukung program pendidikan pemerintah pusat.

Gedung tersebut kemudian dapat dimanfaatkan sementara untuk kebutuhan Sekolah Rakyat dan SNT.

Kampus B USN Akan Dikembangkan Jadi Fakultas Kemaritiman

Azhari juga menyampaikan rencana pengembangan Kampus B USN Kolaka di Buton Tengah. Ia menyebut kampus tersebut direncanakan bertransformasi menjadi Fakultas Sains dan Teknologi Kemaritiman USN Kolaka Kampus B Buton Tengah.

Menurutnya, pengembangan tersebut akan semakin memperkuat posisi Buton Tengah sebagai daerah yang memiliki orientasi pembangunan berbasis sektor kelautan dan kemaritiman.

“Insyaallah tahun ini Kampus B akan bertransformasi menjadi Kampus Fakultas Sains dan Teknologi Kemaritiman USN Kolaka Kampus B Buton Tengah,” katanya.

Azhari juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Buton Tengah yang sejak awal mendukung pembangunan Kampus B, termasuk masyarakat yang menghibahkan lahan untuk pembangunan kampus.

Ia menilai dukungan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian proses yang akhirnya membuka peluang hadirnya berbagai program pendidikan nasional di Buton Tengah.

“Kalau tidak ada masyarakat yang menghibahkan lahannya untuk kampus saat itu, artinya tidak akan mungkin berdiri Kampus B. Dan bila tidak ada Kampus B, maka tidak mungkin ada peluang SRT dan SNT seperti saat ini,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan manajemen USN Kolaka, khususnya Rektor USN Kolaka, Prof. Dr. Nur Iksan.

Azhari berharap dukungan masyarakat terus mengiringi pemerintah daerah dalam memperjuangkan pembangunan Buton Tengah.

“Semoga doa-doa warga Buteng selalu tulus menyertai upaya-upaya kami di pemerintahan untuk berjuang membangun daerah kita. Semoga Allah selalu menerima doa-doa baik kita,” ujarnya.

Atas kepercayaan yang diberikan kepada Buton Tengah, Azhari turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka (ASR), DPRD Buton Tengah, serta seluruh masyarakat Buton Tengah.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Muhammad Sulhijah

Pos terkait