Kolaka, Sultrademo.co – Pemerintah Kabupaten Kolaka bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat resmi menggelar Sosialisasi dan Launching Program Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik) di aula Kecamatan Kolaka, Jumat (9/5/2024). Kegiatan ini bertujuan memperkuat tata kelola pembangunan desa/kelurahan melalui penguatan sistem data statistik lokal.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat teras daerah, di antaranya Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kolaka, Akbar, S.Sos; Kepala Dinas Kominfo Kolaka, Drs. I Nyoman Suastika, M.Si; Kepala BPS Kolaka; Camat Kolaka, Ritzky Mario, S.STP., M.AP; serta perwakilan lurah dan masyarakat.
Program ini mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Kedua regulasi ini menekankan pentingnya peran desa/kelurahan dalam menyelenggarakan kegiatan statistik untuk mendukung akurasi perencanaan pembangunan.
Camat Kolaka, Ritzky Mario, menyatakan bahwa Kelurahan Watuliandu dan seluruh kelurahan di wilayahnya akan dibina BPS hingga Juli 2024. “Ada lima dimensi penilaian, mulai dari ketersediaan sarana pendidikan, kesehatan, infrastruktur, akses transportasi, hingga kualitas SDM aparatur. Semua ini untuk memastikan data statistik menjadi dasar kebijakan yang tepat,” jelasnya.
Sementara itu, Pj. Sekda Kolaka, Akbar, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung program nasional ini. “Melalui Kelurahan Cantik, kami ingin kolaborasi antara BPS, aparat, dan masyarakat semakin solid. Contoh konkretnya, nanti akan ada pelatihan digital marketing berbasis data untuk meningkatkan ekonomi warga,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat berpartisipasi aktif. “Manfaat program ini akan kembali ke masyarakat Kolaka sendiri, mulai dari perbaikan layanan publik hingga pengembangan UMKM,” tambah Akbar.
Program Kelurahan Cinta Statistik telah diluncurkan serentak di seluruh Indonesia. Keberhasilannya diharapkan mampu menjadi katalisator pembangunan berbasis data yang inklusif dan transparan.
Laporan: Uci Lestari | Editor: UL










