Kendari, Sultrademo.co — Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, La Ode Ashar, menyatakan keyakinannya bahwa Kota Kendari berpeluang besar meraih predikat Wistara Paripurna dalam ajang penilaian Kota Sehat tingkat nasional. Optimisme ini didasarkan pada sejumlah capaian nyata program 100 hari kerja Pemerintah Kota Kendari yang dinilainya sangat mendukung kriteria penilaian.
Saat ditemui usai dilantik sebagai Ketua Forum Pembina Kota Sehat, Rabu (18/6/2025), La Ode Ashar mengungkapkan bahwa proses input data penilaian Kota Sehat saat ini telah memasuki tahap akhir dan tidak lagi memungkinkan adanya penambahan data secara daring. Meski demikian, ia mendorong langkah strategis dengan pendekatan langsung ke kementerian untuk memperlihatkan capaian konkret pemerintah kota.
“Saya sudah sarankan kepada dinas dan pengurus terkait agar menyampaikan langsung kepada Wali Kota. Ini perlu kita jemput. Banyak program dalam 100 hari kemarin yang justru menjadi indikator utama dalam penilaian Kota Sehat,” tegas Ashar.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini, Kota Kendari telah mencapai nilai 89,9 persen dalam penilaian Kota Sehat. Jika capaian program terbaru berhasil dikalkulasikan secara optimal, peluang untuk menembus ambang batas penilaian Wistara sangat terbuka lebar.
Meski demikian, Ashar tak menutup mata terhadap beberapa indikator yang masih tergolong rendah. Salah satunya adalah aspek penanganan kebencanaan yang hanya mencatat skor 76 persen. Menurutnya, hal ini dipicu oleh belum adanya Peraturan Daerah (Perda) khusus terkait kebencanaan di Kota Kendari.
“Ini jadi momentum positif. Dengan pelibatan DPRD, kita bisa segera dorong pembentukan perda-perda yang selama ini belum terealisasi. Ini akan sangat membantu meningkatkan skor dari beberapa indikator lainnya,” ujarnya.
Ashar juga menekankan pentingnya menatap jangka panjang. Meski peluang meraih Wistara tahun ini masih terbuka, ia menilai perlu penguatan persiapan menuju penilaian tahun 2027.
Ia mengapresiasi progres signifikan yang telah dilakukan Pemkot Kendari, termasuk penataan kawasan Pantai Nambo dan pengembangan Kebun Raya Kendari, yang dinilainya berdampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menjadi poin penilaian.
Tak hanya itu, ia juga memberi apresiasi atas peran aktif pimpinan daerah, termasuk Wakil Wali Kota Kendari, yang turun langsung memantau sektor-sektor strategis seperti pasar tradisional.
“Pasar juga bagian dari indikator. Kalau seluruh sektor ini dikawal dan dipresentasikan dengan baik ke pusat, saya yakin hasilnya akan jauh lebih maksimal,” tambahnya.
Ashar menyatakan, DPRD tetap optimistis selama pemerintah pusat memberi ruang bagi daerah untuk menunjukkan capaian riil di lapangan.
“Jika pemerintah pusat membuka diri untuk melihat langsung apa yang telah dilakukan Kota Kendari, saya yakin kita bisa meraih predikat Wistara Paripurna,” tutupnya penuh keyakinan.
Laporan: Hani
Editor: UL










