Buton Tengah Sultrademo.co– Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Pekerjaan Umum (PU) Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra) Laode Syarif kembali beralasan terkait lambatnya pengaspalan jalan simpang tiga Lombe Mawasangka.
Proyek jalan dengan anggaran Rp 13 miliar 520 juta yang dikerjakan oleh CV Tunas Harapan Lakina Wolio lambat melakukan pengaspalan bukan karena alat penghampar aspal yang rusak atau ada perubahan design pekerjaan ditengah jalan. Namun karena kurangnya AC campuran aspal.
“Berdasarkan dari surat penyedia kalau AC nya itu terlambat datang yang dipasok dari Kendari, makanya pengaspalan pada segmen 1 itu baru diselesaikan,” ujar Kabid Bina Marga, Laode Syarif, saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (27/12/2022).
Hal itu diketahui (kurangnya AC) seperti diutarakan oleh Syarif saat dilakukan evaluasi terhadap sejumlah paket pekerjaan.
Namun saat awak media mengkonfirmasi salah satu keterlambatan proyek pengaspalan disebabkan karena pihak rekanan lebih memilih menyelesaikan beberapa proyeknya di daerah.
Pasalnya, beberapa waktu lalu sejumlah masyarakat disekitar AMP aspal melihat sejumlah kendaraan lalu lalang mengangkut aspal menuju daerah Muna. Mendengar pertanyaan seperti itu, Syarif tampak senyum-senyum sembari menjawab pernyataan dengan agak sedikit berdalih.
“Itu hak penyedia, mereka yang mengatur. Karena mungkin, karena disana mungkin. Tapi kan dilihat dulu konteks aspalnya,” katanya.
“Aspal disana beda lho. Itu yang harus kita pahami, karena RMA dengan hotmix itu berbeda. Tapi kalau soal diprioritaskan pekerjaannya mereka di Muna di banding Buteng saya tidak bisa berkomentar,” tambahnya.
Walau begitu, masih kata Syarif, pekerjaan pengaspalan jalan yang terbagi atas empat segmen itu (terletak di Kecamatan Mawasangka dan Mawasangka induk) akan terselesaikan dan tidak akan menyebrang tahun 2023.
“Aspalnya sudah datang dari Kendari. Hasil konfirmasi kami dengan pihak rekanan pengaspalan jalan ini akan selesai tanggal 28 sampai tanggal 29 nanti,” ungkapnya.
Diketahui, pekerjaan pengaspalan jalan simpang tiga Lombe-Mawasangka terbagi empat segmen. Segmen pertama berada pada jalur poros Lolibu-Langkomu dan telah teraspal.
Namun pada bahu jalan pekerjaan masih tampak sejumlah material batu kapur yang belum ditata rapi.
Pada segmen dua, tiga dan empat pihak rekanan belum melakukan pengaspalan. Bahkan tampak beberapa pekerja yang sedang membuat talud dan mengisi material di beberapa bahu jalan.
Sebelumnya, Kabid Bina Marga PU, Laode Syarif mengatakan kalau pekerjaan pengaspalan jalan tersebut agak tersendat dikarenakan kerusakan penghampar aspal dan perubahan design ditengah pekerjaan.
Laporan : Irfan’s









