Menatap Sultra 2027: Integrasi Daratan-Kepulauan dan Ambisi Ekonomi Inklusif

Kolaka, Sultrademo.co Menghapus sekat-sekat sektoral dan memperpendek jurang kesenjangan antarwilayah menjadi napas utama perencanaan pembangunan Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2027. Di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Bumi Anoa kini tengah merajut orkestrasi kolaborasi yang melibatkan seluruh lini pemerintahan untuk memastikan setiap rupiah anggaran bermuara pada kesejahteraan masyarakat secara merata.

Bacaan Lainnya
 

Pembangunan daerah yang inklusif tidak pernah lahir dari kebijakan yang berjalan sendiri-sendiri. Kesadaran inilah yang dikedepankan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka — yang akrab disapa ASR — saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Sultra di Kabupaten Kolaka, Selasa (5/5/2026). Forum strategis ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan kompas penentu arah bagi masa depan Sultra yang lebih terintegrasi.

Harmoni Wilayah: Infrastruktur Kepulauan dan Ekonomi Daratan

Tantangan geografis Sultra yang terdiri dari gugusan kepulauan dan daratan luas kerap menjadi batu sandungan bagi pemerataan pembangunan. Menjawab tantangan tersebut, perencanaan tahun 2027 secara spesifik membagi fokus intervensi agar kebutuhan riil masyarakat di setiap zona dapat terpenuhi.

  • Prioritas Kepulauan: Fokus utama diarahkan pada pembangunan infrastruktur dasar dan penguatan konektivitas antarwilayah. Langkah ini krusial untuk membuka isolasi akses ekonomi serta mempercepat jangkauan pelayanan publik hingga ke pelosok pulau.

  • Prioritas Daratan: Penguatan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi dan UMKM menjadi tulang punggung. Gubernur menekankan visi agar pelaku usaha lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya kawasan industri, melainkan menjadi mitra strategis yang tangguh.

    “Kita ingin koperasi dan UMKM di Sultra naik kelas. Penguatan Koperasi Merah Putih akan terus didorong agar mampu menjadi penghubung antara pelaku usaha lokal dengan kawasan industri yang berkembang di Sultra,” tegas Andi Sumangerukka.

 

Optimisme di Balik Angka Makro

Di tengah upaya perencanaan tersebut, Sultra memiliki modal kuat berupa tren positif pada berbagai indikator makro pembangunan sepanjang tahun 2025. Capaian-capaian ini menjadi fondasi optimisme bagi pemerintah daerah untuk melangkah lebih jauh.

  • Pertumbuhan Ekonomi: Sultra mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,70 persen pada 2025, mengungguli rata-rata nasional yang berada di angka 5,11 persen.

  • Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Meningkat ke angka 74,25 (kategori tinggi) dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 73,62.

  • Ketenagakerjaan: Tingkat pengangguran terbuka per Februari 2026 tercatat hanya 3,33 persen, menjadikannya salah satu yang terendah di level nasional.

  • Kemiskinan: Mengalami tren penurunan dari 10,63 persen (2024) menjadi 10,14 persen pada 2025.

Kendati demikian, Gubernur mengingatkan bahwa angka-angka positif ini tidak boleh memicu rasa puas diri. Pengentasan kemiskinan yang masih di atas rata-rata nasional (8,26 persen) tetap menjadi pekerjaan rumah besar yang menuntut efektivitas anggaran.

Reformasi Fiskal dan Pelayanan Publik

Tantangan fiskal berupa ketergantungan yang tinggi terhadap dana transfer pusat serta beban belanja operasional yang besar menjadi sorotan tajam dalam Musrenbang kali ini. Gubernur menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk lebih cermat dalam mengelola anggaran.

Setiap belanja pemerintah diwajibkan memiliki dampak nyata terhadap kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Efisiensi dan efektivitas bukan lagi sekadar jargon, melainkan syarat mutlak agar program pembangunan tahun 2027 benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat bawah.

“Kita ingin anggaran daerah digunakan secara efektif, efisien dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Belanja pemerintah harus memberi dampak nyata terhadap kualitas pelayanan publik,” pungkasnya.

Musrenbang di Kolaka ini menjadi momentum krusial bagi Sulawesi Tenggara untuk menyatukan visi: mewujudkan daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga aman, sejahtera, dan religius melalui semangat kolaborasi tanpa batas.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Arini Triana Suci Rahmadani

Pos terkait