Kendari, Sultrademo.co – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, bergerak cepat menangani dampak banjir yang merendam kawasan Amohalo, Kecamatan Baruga, Selasa (12/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Mentan menginstruksikan percepatan perbaikan infrastruktur dan menyalurkan bantuan besar-besaran bagi petani serta warga terdampak.
Didampingi Wagub Sultra, Hugua dan Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Mentan meninjau langsung 95 KK yang terdampak di RW 08 Kelurahan Amohalo. Fokus utama kunjungan adalah jebolnya tanggul Kali Wanggu yang memicu luapan air ke pemukiman dan 50 hektare sawah warga.
Merespons keluhan warga, Mentan langsung menghubungi Balai Wilayah Sungai (BWS) dari lokasi banjir. Ia meminta perbaikan tanggul sepanjang dua kilometer segera dieksekusi.
“Ternyata ada tanggul yang jebol. Kami minta BWS menyelesaikan dalam waktu satu minggu. Ini segera dikerjakan,” tegas Amran.
Sebagai solusi bagi sektor pertanian yang lumpuh, Kementerian Pertanian menyiapkan sejumlah langkah pemulihan:
* Benih Gratis: Jatah untuk 2.000 hektare lahan di Sulawesi Tenggara.
* Alat Pertanian: Penyaluran 20 unit hand traktor dan 3 unit combine harvester** untuk percepatan panen.
* Fasilitas Bulog: Instruksi penyediaan dryer (pengering gabah) agar hasil panen warga tetap berkualitas meski cuaca buruk.
Selain bantuan teknis, pemerintah pusat mengucurkan bantuan logistik berupa 30 ton beras dan 1.500 liter minyak goreng untuk meringankan beban masyarakat di wilayah terdampak.
“Kami turun bukan membawa narasi, tapi membawa solusi. Pemerintah harus hadir cepat saat rakyat mengalami kesulitan,” pungkas Amran, menekankan arahan Presiden untuk penanganan bencana yang responsif.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengapresiasi langkah konkret ini. Ia berharap perbaikan tanggul dan bantuan alsintan tersebut dapat mempercepat pemulihan ekonomi warga, khususnya para petani di bantaran Kali Wanggu.












