Buton Tengah, Sultrademo.co – Bupati Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra) Samahuddin resmi naikan gaji Badan Permusyawaratan Desa (BPD), guru Mengaji, dan Pengurus Masjid yang ada di 2 Kecamatan, ialah Kecamatan Mawasangka dan Kecamatan Mawasangka Tengah.
Hal ini ia sampaikan usai meresmikan pasar rakyat yang ada di Desa Wakambangura 2 dan pasar ikan di Kelurahan Watolo.
Kenaikan gaji tersebut ditandai dengan pemberian surat Keputusan (SK) di Gedung Kesenian Kecamatan Mawasangka, Kamis (17/3/2022).
“BPD tahun kemarin gajinya hanya 1 juta Rupiah sekarang saya naikan menjadi 1,5 bagi Ketua, wakil Ketua 950 Ribu saya naikan menjadi 1,4Juta Rupiah sedangkan Sekertaris dari 900 naik menjadi 1,3 juta dan kemudian anggota biasa dari 850 naik menjadi 1,2 juta untuk imam masjid 1 Juta Rupiah yang kemarin hanya 600 Ribu Rupiah dan hari ini saya sudah naikan, untuk ketua tingkat kelurahan tiap 1 kelurahan 1 dari gajinya 200 Ribu Rupiah saya naikan menjadi 800 Ribu Rupiah kemudian anggota biasa guru ngaji bersama anggota biasa gajinya 400 Ribu Rupiah kini saya juga naikan menjadi 700 Ribu perbulannya,” terang Samahuddin.
Ini sangat luar biasa dan ini bukan sedikit uang yang di salurkan hampir 5 M untuk 20 kelurahan se-Buteng untuk guru ngaji, BPD, serta perangkat masjid.
Samahuddin juga mengajukan pertanyaan kepada mereka yang hadir “Adakah selama ini belum saya menjadi Bupati menaikan gaji seperti saya” sontak perangkat BPD, guru ngaji dan pengurus masjid mengatakan “tidak ada”.
“Saya ini membangun semua untuk rakyat dan ini visi misi saya sepanjang masa sampai di tahun 2024 karena visi misi saya ini sampai 2024 tetapi ketika kalian Masi suka sama saya tahun 2024 kedepan makin bagus lagi, akan tetapi kalau tidak berati kalian tidak ada gaji,” ucap Samahuddin menggunakan bahasa Daerah Mawasangka.
Di Sulawesi Tenggara ini tidak ada gaji kepala kampung 1,5 juta hanya di Buteng yang ada.
“Buteng APBDnya hanya 640-660 M tetapi tahun ini saya menerima pegawai kurang lebih 1000 orang dengan uang seperti itu,” imbuhnya.
Kemudian Samahuddin juga mengingatkan kepada BPD untuk selalu sejalan dengan Kepala Desa
“Ya karena visi misi Kepala Desa dan BPD yaitu untuk membantu kepentingan masyarakat jadi jangan saling tolak belakang,” harapnya.
Lanjut kata orang nomor 1 di Buteng tersebut, untuk masjid raya Mawasangka sudah diserahkan 1 unit mobil jenazah dari Pemda Buteng.
“Tadi saya sudah serahkan 1 buah mobil Jenazah dari Pemda, dan tahun ini baru kita dapat 2 dan 1 untuk Talaga dan satunya Mawasangka,” tambahnya.
Samahuddin menegaskan, semenjak ia menjabat sebagai orang nomor 1 di Buteng tersebut belum pernah meminjam atau berutang untuk pembangunan Daerah.
“Saya tidak mau tinggalkan utang atau meminjam uang Karena saya takut tidak mau menjual daerah, dan saya tidak berutang tetapi orang-orang yang berkunjung ke Buteng semua heran dan mengatakan luar biasa Buteng kemajuanya,” pungkasnya.
 






