Pelatihan Mutu Pelaksanaan Adat Tolaki Digelar di Latoma

  • Whatsapp

Unaaha, Sultrademo.co- Lembaga Adat Tolaki (LAT) yang memberikan naungan pada semua kegiatan adat suku tolaki memberi pelatihan kepada para pakar adat guna menyelaraskan pemahaman seluruh aspek adat tolaki. Jum’at 3/7/2020 di Kelurahan Latoma, Konawe.

Kegiatan ini diikuti perwakilan masyarakat, tokoh pemuda Latoma, team kecamatan, beberapa tokoh adat serta dari unsur Pemerintahan Kabupaten Konawe.

Bacaan Lainnya

Lurah latoma, Tora SE menjelaskan, kegiatan pelatihan pemahaman pelaksanaan adat dan kelembagaan adat tingkat RT/RW Latoma ini merupakan penghayatan dan pengkajian budaya adat tolaki yang selama ini minim dan sangat berdampak langsung terhadap rendahnya pemahaman generasi akan kekayaan budaya daerah.

“Karena generasi hari ini sangat minim bacaan dan bahan amatan dalam pentas budaya semakin mengikis kepedulian dan penghayatan masyarakat akan pengembangan budaya daerah khususnya kita suku tolaki hari ini,” katanya.

Pelatihan kegiatan adat ini sesuai rujukan Perda Konawe tahun 2018 tentang pelaksanaan hukum adat dan perkawinan sara merapu suku tolaki di Konawe dan Peraturan Nenteri Dalam Negeri nomor 1 tahun 2014 tentang pembentukan produk hukum daerah.

Pemateri Kegiatan, Ginal Sambari menjelaskan penting diketahui proses adat ini guna menyelaraskan tata cara adat ‘Kalosara’ sesuai tradisi turun temurun, sehingga tidak ada lagi perbedaan pada prakteknya di prosesi adat atau pernikahan.

Kalosara, lanjut dia adalah lambang pemersatu dan perdamaian yang sangat sakral dalam kehidupan etnis Tolaki.

Secara fisik, Kalosara diwujudkan dengan seutas rotan berbentuk lingkaran yang kedua ujungnya disimpulkan lalu diletakkan di atas selembar anyaman kain.

Kalosara biasa digunakan sebagai lambang perdamaian dan juga dalam adat pernikahan etnis Tolaki.

Dalam kegiatan ini terdapat perbedaan yang cukup lama dari para pelaku/pakar adat, seperti dalam tradisi ‘Mombesara’ yakni rangkaian ritual adat dalam pernikahan.

“Saya harap dengan kegiatan ini dapat memberikan pencerahan untuk para Tolea (pihak adat dari perempuan) dan juga Pabitara (Pihak Adat Dari laki-laki) sehingga proses penerimaan adat pernikahan suku Tolaki itu sama,” tutup Ginal Sambari selaku Ketua Pembinaan Pengawasan Peningkatan Kapasitas Pemangku Lembaga Adat Provinsi.

Reporter: Jumardin
Editor : AK

  • Whatsapp

Pos terkait