Konawe, Sultrademo.co – Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe menginginkan seluruh Aparatur sipil negara (ASN) dan 3 Perusahaan di Konawe untuk membeli beras bulog.
Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara mengatakan, Bulog mempunyai kapasitas 5 ribu ton beras, jika dikonversi ke gabah kering panen hanya mampu mengangkut 10 ribu ton gabah. Dengan daya tampung 10 ribu ton, ada sekitar 150 ribu ton gabah yang tidak bisa ditampung oleh penggilingan.

“Sehingga kami bersama bulog mencari solusinya,” katanya di kantor Wakil Bupati Konawe. Kamis (29/4/2021).
Ia mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti dengan melakukan rapat bersama dinas keuangan, BKD, Perindag, orpek dan hukum.
“Untuk merancang surat keputusan (SK) bupati tentang mekanisme pendistribusian beras Bulog kepada seluruh ASN di seluruh kabupaten Konawe,” ujarnya.
Selain itu, Pemda Konawe mengambil langkah kesepakatan dengan bulog bahwa regulasi mekanisme pendistribusian beras kepada ASN sedang dipersiapkan.
“Jadi, dengan jumlah ASN Konawe sekitar 7 ribu orang dan kariawan 3 perusahaan di Konawe sekitar 22 ribu rata rata 10 kg per orang, sehingga hampir 30 ribu ton per bulan yang bisa diserap dari bulog,” ujarnya
Ia menambahkan, Pemda konawe juga menginginkan PT. VDNI, PT. TPM, dan PT. UAM yang memiliki kariawan sekitar 22 ribu bisa juga mengambil beras langsung ke bulog dengan kualitas premium.
Kemudian, lanjutnya Pemda Konawe telah memerintahkan Kepada kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), agar sistem resi gudang (SRG) yang berada di Kecamatan Wonggeduku itu diambil kembali Pemda Konawe.
“Sehingga akan dibentuk konsorsium badan usaha milik desa (Bumdes ) untuk mengelola SRG. Nantinya SRG di Wonggeduku akan dikelola oleh konsorsium Bumdes,” tutupnya.
Laporan : Jumardin
 






