Baubau, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Baubau secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat pengabdian, pemberhentian, serta pemberian pensiun bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), termasuk pensiun karena meninggal dunia. Acara digelar di Aula Palagimata, Kamis (24/7/2025), dan dihadiri langsung jajaran pimpinan daerah.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Baubau, Ir. Wd. Muhibbah Suryani, M.Si, melaporkan bahwa SK tersebut diberikan kepada total 42 orang PNS, terdiri dari 38 orang pensiun karena telah mencapai Batas Usia Pensiun (BUP) dan 4 orang pensiun karena meninggal dunia, dalam periode Januari hingga Juni 2025.
Selain menerima SK pensiun, para PNS yang memasuki purna tugas juga mendapatkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE; Wakil Wali Kota, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc; Sekda Kota Baubau, Drs. Meizat Amril Tamim, M.Si; serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Baubau.
Mewakili para penerima SK pensiun, Drs. Ruslan RZ menyampaikan ungkapan terima kasih atas penghargaan dan perhatian yang diberikan pemerintah daerah. Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada BKPSDM yang telah konsisten menyelenggarakan pelepasan secara resmi, layaknya ketika para PNS pertama kali diangkat.
“Kami bersyukur dapat memasuki masa pensiun dalam keadaan sehat. Dinamika menjadi PNS sungguh luar biasa, dan kami bangga pernah menjadi bagian dari pelayanan publik di Kota Baubau,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, dalam sambutannya mengungkapkan rasa hormat dan apresiasi atas dedikasi seluruh ASN yang telah menyelesaikan masa baktinya.
“Atas nama Pemerintah Kota Baubau, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak/Ibu atas pengabdian selama ini dalam mendukung roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari kontribusi, melainkan awal dari bentuk pengabdian baru yang bisa dilakukan di tengah masyarakat.
“Purna tugas adalah momentum untuk lebih dekat dengan keluarga dan aktif di lingkungan sosial. Semangat, kreativitas, dan optimisme harus tetap menyala,” tambahnya.
Yusran berharap semua amal bakti para PNS selama bertugas dapat menjadi pahala yang berlipat, serta menjadi kenangan dan inspirasi bagi generasi ASN selanjutnya.
Laporan: Uci Lestari
Editor: UL
 






