Penataan Kawasan Kumuh Lapulu – Pudai Telan Anggaran 56 Miliar

Ketgam : Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir Saat ditenui Awak Media Usai mengikutiSalah Satu Kegiatan

Kendari, Sultrademo.co – Penataan kawasan kumuh di Kelurahan Lapulu – Pudai yang merupakan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) kini telah mencapai progres 50 persen.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan penataan kawasan tersebut terus dikebut sebab kawasan kumuh di Kelurahan Lapulu dan Pudai dinilai sangat strategis bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.

Bacaan Lainnya

“Ini dalam rangka mewujudkan Kendari sebagai kota layak huni. Selain itu masyarakat sekitar juga memanfaatkan kawasan ini untuk dijadikan pusat promosi UMKM,” tutur Wali Kota.

Pasangan Siska Karina Imran ini menyatakan akan terus mendorong penataan wilayah kumuh tersebut agar ke depannya kota Kendari mendapat kepercayaan dari Pemerintah Pusat untuk mengatasi kawasan kumuh lainnya yang ada di Kota Kendari.

Agar program itu berjalan lancar, pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku yang mengerjakan proyek tersebut.

“Penataan kawasan kumuh di Pudai-Lapulu memiliki luas sekitar 14,07 hektar yang akan menelan anggaran sebesar Rp 56,66 miliar,” kata Wali Kota.

Untuk diketahui, penataan kawasan kumuh di Pudai-Lapulu terdiri atas pembangunan waterfront dan jalan lingkungan sebesar Rp. 44 miliar, tambatan perahu Rp.1,2 miliar, drainase Rp.4,46 miliar, resapan biopori Rp.161,5 juta, instalasi air bersih Rp.1,12 miliar. Kemudian, Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) komunal Rp.815 juta, instalasi hidrant Rp.827 juta, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar Rp.4,1 miliar. (Rabu, 23/03/22).

Laporan : Hani
Editor: UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait