Penuhi Target BKKBN RI, Pemkot Kendari Kembali Hadirkan Program KKB

Ketgam : Suasana Sosialisasi Program KKB Yang Digelar Pemkot di Kelurahan Wua-Wua.

Kendari, Sultrademo.co – Pemkot kembali melaksanakan kegiatan program Kampung Keluarga Berkualitas (KKB) Hal tersebut dilakukan Pemkot Kendari dengan harapan, program tersebut bisa menyelesaikan persolan yang tengah dihadapi masyarakat Kota Kendari mulai dari gangguan kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi.

Terkait hal tersebut, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengaku telah menginstruksikan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai mitra lintas sektoral dan Kelompok Kerja (Pokja) KKB untuk turun langsung dilapangan dan menyerap aspirasi dari masyarakat.

Bacaan Lainnya

Hal ini dilakukan sebagai wujud intervensi program untuk mendukung terwujudnya kampung KB yang mandiri sekaligus memenuhi target nasional dari BKKBN RI untuk menjadikan 10 persen kampung KB masuk dalam klasifikasi mandiri.

“Dimasa pandemi saat ini masyarakat sangat membutuhkan pendampingan pemerintah. Mereka butuh pemerintah untuk mendengarkan aspirasinya, dengan harapan bisa diakomodir agar bisa bertahan dimasa pandemi saat ini. Saya harap kehadiran kami dimasyarakat bisa memenuhi ekspektasi masyarakat. Kami akan berupaya keras untuk mengatasinya,” kata Sulkarnain Kadir, Senin (30/08/21).

Kabid Dalduk, Penyuluhan, dan Penggerakan Disdalduk Kendari, Arniaty DK mengaku, program KKB sangat penting digalakkan untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat melalui peningkatan delapan fungsi keluarga yaitu fungsi ekonomi, lingkungan, agama, sosialisasi dan pendidikan, kasih sayang, perlindungan, budaya, dan reproduksi.

Ia yakin, jika fungsi keluarga bisa ditingkatkan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi yang diberikan, maka akan mempercepat pencapaian tujuan kampung KB seperti meningkatkan kepesertaan ber-KB, menurunkan Unmeet Need, penurunan angka kemiskinan, munurunkan angka stunting, dan menurunkan angka kematian ibu dan anak.

“Indikator keberhasilan kampung KB adalah apabila target yang ingin dicapai telah terpenuhi dan memaksimalkan delapan fungsi keluarga. Sinergitas lintas sektor melalui komitmen kuat pemerintah, dukungan masyarakat serta kerja keras Pokja KKB menjadi kunci keberhasilan program kampung KB” pungkas Arniaty.

Sementara itu, ditemui terpisah, Kepala DP2KB Jahudding mengatakan program kampung KB penting untuk digalakkan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup individu, keluarga dan masyarakat terlebih dimasa pandemi Covid-19 saat ini.

Ia mengaku, sejauh ini pokja KKB telah menyabangi 27 kelurahan yang ditetapkan pemerintah sebagai kampung KB di Kota Lulo. Beragam masukan (aspirasi) dicatat pihaknya seperti masalah anak putus sekolah, maraknya peredaran narkoba, masalah stunting, serta masalah pembangunan infrastruktur seperti drainase, sanitasi, dan pengelolaan sampah (lingkungan).

“Atas masukan yang masuk kita akan realisasikan dalam bentuk rencana tindak lanjut (RTL) yang melibatkan seluruh stakeholder dan kemitraan lintas sektor bersama 7 OPD terkait seperti Kantor Kemenag, DLHK, Dikmudora, Dinas Koperasi,Dukcapil, PUPR, Dinkes dengan tetap mengutamakan aspek skala prioritas sehingga realisasinya bisa tepat sasaran dan bisa memenuhi harapan masyarakat dimasa pandemi Covid-19 saat ini,” kata Jahudding.

 

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait