Perkecil Potensi Kebocoran Anggaran, Pemkot Baubau Siap Terapkan Sistem Elektronifikasi

Ketgam : Suasana Diskusi terkait TP2DD Kota Baubau dan Program Pemda Digital pada Tahun 2022, bersama Tim BI. Foto Istimewa : Diskominfo Baubau

Baubau, Sultrademo.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau telah siap menjalankan sistem elektronifikasi transaksi Pemerintah Daerah yang dicanangkan oleh Bank Indonesia (BI). Pasalnya, selain untuk memperkecil adanya potensi kebocoran anggaran, sistem elektronifikasi juga dapat meningkatkan pendapatan daerah.

Hal tersebut diungkapkan Pelaksana tugas (Plt.) Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse saat ditemui sejumlah media, usai mengikuti diskusi terkait dengan TP2DD Kota Baubau dan Program Pemda Digital pada Tahun 2022, bersama Tim BI di aula lantai 2 Kantor Walikota Baubau, Jumat (28/1/2022).

Bacaan Lainnya

Dikatakan La Ode Ahmad Monianse tujuan dari Tim Percepatan dan Perluasan Digital Daerah (TP2DD) tersebut ialah, agar mempercepat dan memperluas pelaksanaan elektronifikasi transaksi daerah. Di mana Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota diamanatkan untuk membentuk satuan tugas TP2DD tersebut.

“Kalau transaksi secara elektronik sudah dilaksanakan, ada beberapa manfaat yang kita peroleh di daerah, terutama tingkat kebocoran anggaran. Karena dalam pembayaran pajak atau retribusi, bisa langsung dilakukan melalui aplikasi digital. Sehingga tidak ada lagi pembayaran secara tunai, yang artinya cela-cela kebocoran itu sedapat mungkin dihindari,” jelasnya.

Selain memperkecil tingkat kebocoran anggaran, Lanjut Ahmad Monianse, sistem elektronifikasi juga dapat meminimalisir penggunaan fasilitas daerah, seperti belanja Alat Tulis Kantor (ATK). Dengan demikian, pendapat daerah juga akan lebih meningkat karena minimnya kebocoran anggaran dan penghematan belanja ATK tersebut.

“Hampir 70 persen penduduk kita sudah terkoneksi dengan internet yang artinya Kota Baubau sudah siap untuk melaksanakan program elektronifikasi in. Banyak dari kita yang telah menggunakan HP Android dan menggunakan media sosial, bahkan anak-anak kita juga sudah bisa mengikuti pembelajaran secara online,” tuturnya.

Lebih lanjut orang nomor satu di Baubau ini menuturkan, dengan adanya sistem elektronifikasi tersebut, masyarakat wajib pajak bisa langsung transaksi di rumah tanpa harus mendatangi lokasi pembayaran. Yang mana, dengan model transaksi tersebut diharapkan, agar tingkat kepatuhan terhadap pembayaran pajak/retribusi akan lebih tinggi, karena tidak terhambat lagi oleh jarak dan sistem antrian.

“Saat ini kita sementara sosialisasikan, dan kita meminta kepada Bank Sultra untuk menyiapkan infrastruktur dari pelaksanaan sistem Elektronifikasi ini. Karena Bank Sultra yang paling dominan dalam transaksi yang terjadi di daerah selama ini. Sehingga kita berharap agar Bank Sultra bisa menyiapkan infrastrukturnya,” tutup La Ode Ahmad Monianse.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait