Kendari, Sultrademo.co — Teluk Kendari kini memiliki daya tarik wisata baru. Kapal wisata Pinisi Kendari resmi melakoni pelayaran perdananya, Kamis (kemarin), dan disambut antusias oleh jajaran pejabat serta masyarakat. Pelayaran perdana bertajuk “Kendari Meambo” ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Wali Kota Kendari, Wakil Wali Kota Kendari, Forkopimda, serta sejumlah instansi maritim dan keselamatan, Senin (15/12/2025).
Kapal pinisi berkapasitas 80 penumpang tersebut diresmikan langsung oleh Sekda Provinsi Sultra Asrun Lio, didampingi Wali Kota Kendari. Turut hadir Wakil Wali Kota Kendari, Sekda Kota Kendari, Kepala KSOP Kendari, Kepala Pelindo, Lanal Kendari, Basarnas Kendari, serta tamu undangan lainnya.

Pinisi Kendari merupakan karya PT Mitra Quadra Investama, perusahaan lokal yang digagas oleh empat putra daerah Kendari. Salah satu pendirinya, H. Suwardi, mengungkapkan bahwa kapal tersebut dibangun di Desa Batu Putih, Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan.
“Ini adalah persembahan kami untuk Sulawesi Tenggara dan Kendari. Kalau di kota lain ada, kenapa di Kendari tidak?” ujar Suwardi.
Ia menegaskan, meskipun ada permintaan dari daerah lain seperti Manado, pihaknya tetap memprioritaskan Kendari sebagai bentuk kecintaan terhadap kota kelahiran. Menurutnya, secara teknis kapal telah rampung sejak Oktober lalu, namun pelayaran baru dapat dilakukan setelah seluruh proses pemenuhan regulasi daerah dan pusat diselesaikan.
“Yang penting bisa selesai dan tertib,” tambahnya.
Ke depan, PT Mitra Quadra Investama optimistis Pinisi Kendari akan menjadi magnet wisata baru. Perusahaan bahkan berencana membangun kapal kedua, ketiga, hingga keempat seiring meningkatnya minat wisatawan.
“Kami berpikir apa yang bisa kami berikan, bukan apa yang bisa kami ambil dari pemerintah. Kami hanya membutuhkan kebijakan yang lebih fleksibel agar semua kalangan dapat menikmati wisata ini,” ungkap Suwardi.
Sementara itu, Sekda Provinsi Sultra Asrun Lio dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pengusaha lokal yang dinilai mampu menghadirkan warna baru bagi Kota Kendari.
“Dulu sekitar tahun 2000-an pernah ada restoran terapung di Teluk Kendari, namun tidak bertahan lama. Kini dengan hadirnya Pinisi Kendari, ditambah Masjid Al Alam sebagai destinasi wisata religi, saya yakin kunjungan ke Kendari akan semakin meningkat,” ujarnya.
Asrun Lio juga menyampaikan salam hormat dari Gubernur Sulawesi Tenggara yang berhalangan hadir karena agenda padat. Ia menegaskan bahwa Pinisi Kendari merupakan karya murni anak-anak daerah yang patut dibanggakan.
“Ini memberi warna baru bagi Teluk Kendari sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Tenggara,” tutupnya.
Dengan pelayaran perdana ini, Pinisi Kendari diharapkan menjadi ikon wisata unggulan sekaligus simbol kebangkitan pariwisata bahari di Kota Kendari, dengan rute pelayaran menuju kawasan Masjid Al-Alam sebagai salah satu destinasi utama.










