Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel melalui pengelolaan arsip yang profesional dan terstandarisasi.
Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Kendari, Maman Firmansyah, saat membuka Workshop Pengelolaan Arsip Tahun 2025 di Aula Samaturu, Balai Kota Kendari, Selasa (24/6).
Dalam sambutan Wali Kota Kendari yang dibacakannya, Maman menekankan pentingnya pengelolaan arsip sebagai pilar utama dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas birokrasi. Ia menyebut peningkatan kapasitas SDM kearsipan menjadi prioritas, termasuk kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.
“Kami ingin memastikan pengelolaan arsip dilakukan secara profesional dan sesuai kebutuhan organisasi yang terus berkembang,” ujarnya.
Selain itu, Maman juga menyoroti pentingnya penyediaan infrastruktur penunjang, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ia menekankan bahwa pembangunan sarana dan prasarana kearsipan harus mengacu pada standar nasional, khususnya dalam pengelolaan arsip statis oleh lembaga kearsipan daerah.
Pada kesempatan itu, Maman memperkenalkan aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) yang saat ini sedang diadopsi secara nasional. Aplikasi ini merupakan kolaborasi empat kementerian: Kementerian PAN-RB, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
“Srikandi hadir sebagai solusi nasional dalam pengelolaan arsip elektronik yang terpadu dan aman, sekaligus mendukung penerapan smart governance,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Andi Dajeng, memaparkan lima tujuan utama workshop yang digelar.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman prinsip-prinsip kearsipan, memperkuat kemampuan praktis, serta membangun kesadaran akan pentingnya arsip sebagai bukti akuntabilitas dan dasar pengambilan keputusan.
“Kami juga ingin mendorong peningkatan pengawasan arsip dan mempererat kerja sama antarinstansi dalam tata kelola kearsipan,” kata Andi.
Workshop ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh OPD di Kota Kendari untuk memperkuat komitmen terhadap pengelolaan arsip yang lebih baik, responsif, dan berbasis teknologi informasi.
Laporan : Hani
Editor : UL










