Dit Reskrimsus Kepolisian Daerah ( Polda) Sulawesi Tenggara saat menggelar Konferensi Pers , Selasa (22/9/2020) / Foto: Ilfa (sultrademo.co)

Kendari, Sultrademo.co – Tim Subdit I Indagsi Dit Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Kepolisian daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil mengamankan 350 tabung gas elpiji 3 Kg ilegal pada tanggal 14 September pada pulul 06.00 Sore di Jalan Morosi Desa Mandikonu, Kecamatan Bondoala, Kabupaten Konawe.

Ada tiga orang terlapor dari kasus ini yakni YS, AW dan AR yang kedapatan sedang mengangkut tabung Gas LPG 3 Kg.

“Terlapor berinisial YS, AW dan AR yang melakukan pengangkutan Gas LPG 3 Kilo, dengan menggunakan tiga unit mobil jenis Pick-Up milik pribadi,” Ungkap Dir Krimsus Polda Sultra, Kombes Pol Heri Tri Maryadi kepada awak media, saat konferensi Pers, Selasa (22/9/2020).

Heri mengungkapkan JS mengangkut sebanyak 100 tabung. Kemudian AW mengangkut sebanyak 144 tabung dan terlapor AR mengangkut sebanyak 106 tabung.

“Tabung tersebut dibawa tanpa izin dengan cara membeli dari pangkalan seorang yang bernama JT yang terletak di Kelurahan Anggaberi Kabupaten Konawe, dengan harga antara 24 ribu sampe 25 ribu dan juga membeli dari pangkalan yang di kuasai oleh IR yang terletak di Desa Pohara, Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe,” Ungkapnya

Baca Juga :  Tindakan Represif Aparat Terhadap Aksi Sedarah, Potret Buram dan Menghalau Asap

Ia menjelaskan, ratusan tabung gas bersubsidi tersebut diamankan dari dua pangkalan yang kedapatan menjual secara illegal serta tidak mengikuti aturan dari Pertamina.

“Pelaku kedapatan tidak mengantongi izin resmi dari Pertamina,” ujarnya.

Heri mengungkapkan, modus dari para pelaku yaitu dengan membeli dari pangkalan untuk nantinya ditimbun dan kemudian dijual kembali kepada warga dengan harga diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu mulai Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu.

Heri mengaku pihaknya kini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut.

“Terkait kasus ini masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, dari 3 terlapor yaitu YS AW dan AR itu dikenakan UU perdagangan UU No 7 tahun 2014 dengan junto UU no 22 2021 tentang migas,” Pungkasnya

Laporan : Ilfa
Editor : MA

Komentar