PT VDNI dan OSS Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Keberadaan Perusahaan Pemurnian Nickel PT Virtue Dragon Nikel Industry (VDNI) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menyerap tenaga kerja lokal di Sultra hingga mencapai belasan ribu. Selain itu, Keberadaan industri di kawasan ini akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah dan nasional sehingga mampu menyejahterakan masyarakat di wilayah Sultra.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sultra, Saemu Alwi mengatakan, keberadaan PT VDNI dan PT OSS di Kawasan Industri di Konawe tersebut mampu mendongkrak perekonomian rakyat sultra, dan juga turut menciptakan transfer teknologi dari tenaga kerja asing (TKA) ke pekerja lokal. Bukan tanpa alasan, menurutnya pembangunan industri terintegrasi yg mampu menghasilkan stainless steel berkelas dunia dari kawasan ini.

Bacaan Lainnya

“Dengan adanya kedua perusahaan raksasa tersebut di Sultra, mampu memberikan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang handal. Sebelum ada industri ini jelas tidak ada serapan yang 11 ribu itu. Kalau kita bicara tentang serapan yang ada sekarang pasti besar lah manfaatnya. Tentu ada perbedaannya, baik itu dari segi ekonomi dan pengangguran,” Ujar Alwi.

Proses manufaktur jelas menyerap jauh lebih banyak tenaga kerja. Kawasan industri tersebut ada ahli teknologi, dan setiap TKA itu didampingi dengan tenaga kerja Indonesia. Sehingga pada saatnya nanti pekerja asing bisa dilimpahkan pada pekerja Indonesia.Sehingga beroperasinya perusahaan ini menambah kontribusi terhadap pertumbuhan ekspor.

“Selain penyerapan tenaga kerja lokal, pihak perusahaan dan pemerintah memberikan pemberdayaan hingga menimba ilmu dengan menyekolahkan tenaga kerja lokal kita sampai ke China untuk jenis jabatan pekerjaan tertentu,” Jelasnya.

Menurut Alwi, sejauh ini perusahaan telah memenuhi prosedur dan aturan yang berlaku. Pihaknya sudah menerima surat dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja per tanggal 7 April 2020. Surat tersebut menyetujui Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) untuk bekerja di Konawe.

“Intinya adalah menyampaikan ke pemerintah daerah Sulawesi Tenggara bahwa Kementerian Ketenagakerjaan itu telah mengeluarkan RPTKA untuk kedatangan kurang lebih 500 TKA itu. Dengan rincian itu 200 itu untuk VDNI dan 300 untuk OSS. Itu surat kami sudah terima,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Forkopimda Sultra telah menyetujui kedatangan 500 TKA asal China. 500 TKA ini merupakan tenaga ahli yang nantinya akan bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) untuk mempercepat pembangunan smelter.

pemerintah saat ini fokus dalam melaksanakan program hilirisasi industri sebagai upaya memaksimal peningkatan nilai tambah dalam negeri. Sehingga, diharapkan mampu mendorong kontribusi industri terhadap perekonomian nasional.

Untuk saat ini saja kata Gubernur Ali Mazi, tercatat sebanyak 11.227 orang tenaga kerja lokal yang telah bekerja di kawasan industri itu. Dari jumlah tersebut, 92 persen merupakan tenaga kerja asal Sulawesi Tenggara, dan 8 persen dari luar Sultra atau TKA.

 

Pos terkait