Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan menggelar Jambore Mitigasi Bencana sebagai bagian dari program 100 hari kerja Gubernur Andi Sumangerukka (ASR) dan Wakil Gubernur Hugua.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, khususnya di wilayah rawan seperti Kolaka Timur.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, mengatakan jambore ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI AD, TNI AL, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari 17 kabupaten/kota di Sultra.
“Jambore ini dirancang untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan dalam mitigasi serta penanggulangan bencana. Oleh karena itu, berbagai pihak akan dilibatkan, termasuk Basarnas, TNI, dan BPBD,” ujar Asrun Jumat (7/3/2025).
Salah satu agenda utama dalam jambore ini adalah simulasi penanggulangan bencana yang akan dilakukan oleh Basarnas dan BPBD. Setiap daerah akan mengirimkan personel secara bervariasi, mulai dari 10 orang atau lebih, untuk mengikuti pelatihan tersebut.
Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari dengan Kolaka Timur sebagai lokasi utama. Pemilihan Koltim sebagai pusat kegiatan didasarkan pada tingginya aktivitas seismik di wilayah tersebut.
“Koltim mengalami lebih dari 300 kali guncangan. Kami ingin mengedukasi masyarakat agar lebih tanggap terhadap situasi darurat. Risiko bencana dapat dikurangi jika masyarakat memahami langkah-langkah penanggulangannya,” ujar Asrun.
Ia menegaskan bahwa anggaran kegiatan ini difokuskan pada edukasi dan pelatihan, bukan aspek seremonial. “Penganggaran diarahkan untuk kegiatan inti, bukan aksesoris. Tujuannya adalah memberikan pelatihan mitigasi bencana yang efektif,” katanya.
Jambore ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana, sehingga risiko yang ditimbulkan dapat diminimalkan.










