Resmikan Fasilitas Puskesmas Abeli, Wali Kota : Ini Langkah Awal Perangi Stunting di Kecamatan Abeli

Ketgam : Wali Kota Saat bertemu media usai peresmian puskesmas Abeli, Senin (27/12/2021)

Kendari, Sultrademo.co – Wali Kota Kendari bersama wakil Wali Kota, dan didampingi Ketua DPRD Kota Kendari hari ini meresmikan penggunaan fasilitas puskesmas di Kecamatan Abeli.

Persemian tersebut ditandai dengan dibunyikannnya alarm sebagai simbol bahwa Puskesmas tersebut resmi digunakan untuk masyarakat.

Bacaan Lainnya

Usai peresmian, Wali Kota yang ditemui media mengatakan kegiatan hari ini merupakan Wujud komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari untuk memenuhi seluruh sistem pelayanan Kesehatan di Kota Kendari.

Hal ini sebagaimana visi kota Kendari yakni mewujudkan kota layak huni.

“Kan salah satu elemen utamanya adalah fasilitas kesehatan. Alhamdulillah saat ini kita sudah menghadirkan fasilitas kesehatan berupa Puskesmas di Abeli,” ucap Wali Kota, Senin, (27/12/21).

Menurutnya, kegiatan ini bukan yang terakhir sebab tahun 2022 pihaknya bakal mengajukan ke Pemerintah pusat untuk kembali menambahkan fasilitas yang di puskesmas Abeli dan beberapa puskesmas lainnya.

“InshaaAllah, tahun depan kita juga sudah mengajukan termasuk pembangunan Puskesmas Kandai dan Rumah Sakit (RS) Puuwatu yang sementara dalam proses untuk pembangunan,” terangnya.

Beliau menambahkan, penggunaan fasilitas di puskesmas tersebut juga sebagai langkah awal pemkot dalam mengurangi angka stunting di Kota Kendari terlebih Kecamatan Abeli merupakan daerah dengan angka cukup signifikan.

“Secara keseluruhan, kota Kendari angka stunting nya sudah sangat rendah, tapi dari yang rendah itu, Abeli yang punya angka agak signifikan. Jadi ini bagian dari konsen kita. Makanya kita berupaya terus,” tutur Wali Kota.

Selain menambah fasilitas puskesmas, pemkot Kendari juga berupaya melakukan penataan kawasan kumuh di Kecamatan tersebut. Sebab menurut polisitisi PKS ini, penanganan stunting bukan hanya dari segi kesehatan tetapi juga dari aspek lingkungan.

“Karena kan penanganan stunting ini tidak hanya satu aspek. Bukan aspek kesehatan nya saja. Tapi juga lingkungan. Dan yang kita tahu tadi angka yang tertinggi ada di Puudai, makanya program Kotaku penataan kawasan kumuh itu kita tempatkan disana, supaya nanti penanganannya bukan aspek kesehatan saja, tapi juga dari aspek lingkungan hidup. Karena lingkungan berkontribusi besar terhadap angka stunting. Seperti buang air besar sembarangan, sumber air bersih masih sulit. Sehingga itulah yang menjadi kontribusi besar terhadap kasus stunting,” jelasnya.

“Makanya Mudah-mudahan kita berharap dengan penanganan kawasan kumuh di Puudai dan Lapulu, insya Allah angka stunting kita di Kecamatan Abeli akan terkurangi secara signifikan,” tutup Wali Kota.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait