RUPS Bank BPD Sultra, Abdul Latif : Laba Bersih Tahun 2021 Meningkat Sebesar 4,43 Persen

Kendari, sultrademo.co – Laba bersih setelah pajak PT. Bank Pembangunan Daerah Sultra Tahun 2021 meningkat sebesar 4,43  persen. Hal ini diungkapkan Direktur Utama PT. Bank Pembangunan Daerah Sultra Abdul Latif dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sulawesi Tenggara (BANK SULTRA) Tahun Buku 2022 yang dilaksanakan di Aula Merah Putih Rujab Gubernur Sultra, Selasa (14 Juni 2022).

Dalam laporan kinerja yang disampaikan Abdul Latif ini juga terungkap total Asset Tahun 2021 meningkat sebesar 13,77%, pencapaian dana pihak ketiga tumbuh sebesar 22,61% dan ekspansi kredit tahun 2021 meningkat sebesar 9,52%.

Bacaan Lainnya
 
 
 

Selain itu, total jaringan kantor sampai saat ini berjumlah 92 (sembilan puluh dua) kantor serta 142 unit mesin ATM yang tersebar di Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Inovasi dan pengembangan produk dan/atau jasa terus dilakukan. Bulan Mei 2022 kartu Debit Bank Sultra sudah dapat digunakan di mesin-mesin EDC di seluruh Indonesia. Saat ini juga izin Mobile banking sementara diverifikasi oleh Bank Indonesia izin,” kata Abdul Latif.

Selanjutnya Bank Sultra akan melakukan pengembangan Bisnis Keagenan (laku pandai) juga pengembangan layanan Digital untuk Pemasaran Kredit.

“Pendapatan Tahun 2021 meningkat sebesar 5,71 % seiring dengan peningkatan biaya sebesar 1,96 %. Biaya meningkat disebabkan biaya tenaga kerja meningkat. Tahun 2021 Bank Sultra memberikan tambahan tunjangan hari raya di bulan Desember. Disisi lain pemberian bonus kepada karyawan juga meningkat. Bank juga membentuk cadangan kerugian untuk mengantisipasi risiko bisnis. Beberapa hal tersebut yang berkontribusi pada peningkatan biaya,” katanya.

Dividen yang diberikan Bank Sultra kepada seluruh pemegang saham juga mencapai 50% lebih dari laba yang dihasilkan dan ini merupakan kontribusi nyata yang diberikan Bank Sultra kepada Provinsi/Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara yang tentu tidak dapat diberikan oleh Bank lain.

Hingga kini Bank Sultra terus melakukan pengembangkan aplikasi untuk memudahkan transaksi keuangan di pemerintah daerah.

“Keinginan kami untuk menjadi pionir dalam digitalisasi transaksi pemda terus kami upayakan dengan menyediakan infrastruktur yang mampu dan teruji. Sejauh ini kami telah mendukung penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP) seperti pelayanan SP2D Online (belanja modal), Satker Online (belanja rutin), Samsat Online, PBB Online, BPHTB Online,serta integrasi dengan aplikasi SIPD Kemendagri untuk pengelolaan keuangan daerah,”

“Hal lain yang kami lakukan untuk mendorong peningkatkan Pendapatan Asli Daerah yaitu dengan menyediakan alat perekam transaksi pajak atau alat Tapping Box sebanyak 1.166 (seribu seratus enam puluh enam) device yang terpasang di restoran/rumah makan/warung makan, hotel/penginapan, tempat hiburan dan parkiran di 17 kabupaten dan kota se-Sultra,”tambahnya.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait