Kendari, Sultrademo.co – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menerima gelar kehormatan adat Sangia Mondono Wite Bhalano, penghargaan tertinggi dari masyarakat adat Muna, dalam Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara yang digelar di Pelataran Tugu Religi Eks MTQ Kendari, Minggu (19/7/2026).
Gelar adat tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan sekaligus amanah budaya kepada Andi Sumangerukka yang dinilai mampu menjadi pemimpin bagi masyarakat Sulawesi Tenggara yang majemuk, menjaga nilai-nilai adat, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama.
Secara filosofis, Sangia menggambarkan sosok pemimpin yang dihormati karena kebijaksanaan, keteladanan, dan keluhuran budi pekerti. Sementara Mondono Wite Bhalano bermakna pemimpin di negeri yang besar dan luas dengan masyarakat yang heterogen.
Penganugerahan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam Silaturahmi Akbar KKMM Sultra yang mengangkat tema “Merajut Persaudaraan, Melestarikan Adat dalam Semangat Kawunaha yang Luhur Menuju Indonesia Emas 2045.”
Selain menerima gelar adat, Andi Sumangerukka juga memimpin prosesi pengukuhan Pengurus KKMM Sultra masa bakti 2026–2031. Dalam kesempatan itu, La Ode Darwin resmi dikukuhkan sebagai Ketua KKMM Sultra bersama jajaran pengurus lainnya.
Dalam sambutannya, Andi Sumangerukka mengaku bersyukur dan merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan masyarakat adat Muna. Menurutnya, gelar tersebut bukan sekadar penghargaan simbolis, tetapi juga amanah untuk terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
“Penghargaan ini memiliki makna yang sangat besar, bukan hanya bagi saya secara pribadi maupun sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap para leluhur serta nilai-nilai budaya masyarakat Muna,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Adat Muna yang telah memberikan penghormatan tersebut, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Muna atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Menurut Andi Sumangerukka, masyarakat Muna memiliki modal sosial yang kuat berupa semangat gotong royong, kerja keras, tradisi kepemimpinan, serta komitmen menjaga adat dan budaya. Nilai-nilai tersebut menjadi kekuatan penting dalam mendukung pembangunan Sulawesi Tenggara.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menghidupkan semangat Kawunaha yang berlandaskan falsafah hidup masyarakat Muna, yakni Po Masigho (saling mengasihi), Po Angka-Angkatau (saling menghormati), Po Adha-Adhati (saling menghargai), dan Po Pia-Piara (saling membina dan memelihara).
Dalam kesempatan itu, gubernur juga menegaskan bahwa keterbatasan fiskal daerah bukanlah penghalang pembangunan. Menurutnya, tantangan tersebut dapat dihadapi melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan bukan hanya hasil kerja pemerintah, tetapi hasil dari kebersamaan dan kolaborasi seluruh komponen masyarakat,” katanya.
Andi Sumangerukka berharap kepengurusan KKMM Sultra yang baru mampu menjadi penggerak dalam mempererat persaudaraan, melestarikan adat dan budaya, membina generasi muda, memperkuat ekonomi masyarakat, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia juga berharap Silaturahmi Akbar KKMM menjadi ruang lahirnya gagasan dan kolaborasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Muna dan masyarakat Sulawesi Tenggara secara umum.
Rangkaian kegiatan tahun ini turut diwarnai pencapaian membanggakan. Silaturahmi Akbar KKMM Sultra berhasil mencatatkan Rekor Dunia MURI melalui penyajian 1.228 dulang berisi makanan khas tradisional Muna yang dibawa secara sukarela oleh masyarakat dari berbagai daerah.
Tradisi makan bersama menggunakan dulang tersebut menjadi simbol penghormatan kepada tamu sekaligus merepresentasikan nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan semangat berbagi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Muna.






