Buton Tengah, Sultrademo.co – Tragedi Buaya yang menerkam seorang siswi SMAN 1 Mawasangka Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra) menarik perhatian banyak pihak, salah satunya pemerintah desa setempat dan juga kepolisian.
Kejadian tersebut bermula saat korban berenang di danau fotu, kemudian dengan tiba-tiba tanpa disadari buaya muncul dan menyerang korban, akibatnya korban mengalami luka sobek dibagian paha.
Dari kejadian tersebut, pihak Desa Kanapa Napa kemudian bergerak cepat dengan menggelar rapat bersama dengan kepolisian sektor Mawasangka dan sebagian perangkat desa juga masyarakat setempat guna mencari solusi dalam mengatasi masalah buaya yang berkeliaran disekitaran danau yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, Senin (21/3/2022).
Dari hasil rapat yang disepakati, pemerintah desa setempat bersama pihak kepolisian sepakat untuk menutup sementara permandian danau fotu tersebut.
“Jadi pengunjung maupun warga sekitaran yang belum bisa melakukan aktivitas sebagai mana biasa di sekitaran danau fotu,” terang Kepala Desa Kanapa Napa, Marzuki.
Untuk selanjutnya, lanjut Marzuki, pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk menangkap hama (Buaya) yang ada di dalam danau.
“Mengenai waktu sampai kapan kita tutup dan membuka kembali permandian danau fotu, kita belum pastikan yang jelas upaya kami untuk sementara menangkap dulu buaya tersebut guna memastikan keamanan disana,” ucap Marzuki kepada awak media Sultrademo.co
“Kami targetkan secepatnya bisa ditangkap itu buaya, kalau bisa hari ini,” lanjutnya.
Sementara itu, untuk biaya pengobatan korban yang diterkam buaya sudah dicover oleh pemerintah desa sebagai bentuk kepedulian terhadap korban.
“Insyaallah kalau tidak ada halangan usai memasang baliho himbauan di danau kami langsung ke rumah korban untuk menjenguknya dan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap korban,” tandasnya
 






