Serapan Anggaran Covid-19 Dituding Masih Rendah, TGUPP Sultra Tanggap Cepat

Foto: Rapat lanjutan penyerapan anggaran OPD

Kendari, sultrademo.co – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo kembali menyindir Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang serapan anggarannya masih minim. Serapan anggaran Pemprov Sulawesi Tenggara (Sultra) disebut masih dikisaran 16 persen.

“Belanja modal, coba kita lihat. Sumatra Selatan, hati-hati, masih 1,4%, ini sudah bulan Juli, belanja modalnya. Sulawesi Tenggara belanja modal 5,6%, Papua 4,8% Maluku Utara 10,3%, NTT 19,6%, Kalimantan Barat, 5,5%, Aceh, 8,9%. Masih rendah-rendah sekali, hati-hati. Birokrasi kita harus kita ajak, agar ada speed di sini. Hati-hati, ini kalau tidak kita ingatkan, belanja modalnya masih rendah-rendah semuanya,” tegas Presiden Joki Widodo seperti dikutip detik.com Rabu (15/7).

Bacaan Lainnya
 

Menanggapi hal tersebut Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sultra tanggap cepat dengan menggelar rapat lanjutan membahas penyerapan anggaran OPD bersama Kepala OPD Sultra, Senin (20/7)

Anggota TGUPP Sultra bidang pariwisata, kesra, pemuda dan olahraga Muh. Tahir Lakimi berharap melalui pertemuan yang digelar TGUPP dan OPD ini serapan anggaran covid-19 hasil refocusing APBD Sultra 2020 dapat ditingkatkan.

Foto: Rapat lanjutan penyerapan anggaran Covid-19

Sebelumnya Pj. Sekda Provinsi Sultra La Ode Ahmad Pidana Balombo juga sudah mengonfirmasi bahwa anggaran refocusing APBD Sultra untuk penanganan Covid-19 saat ini sudah mencapai 60 persen dan masuk 20 besar penyerapan anggaran terbaik.

“Sekarang untuk Covid-19 itu tersisa belanja langsung yang berbentuk bantuan langsung tunai. Saat ini masih berproses. Datanya masih dalam tahap sinkronisasi, agar penerima bantuan benar-benar tepat sasaran” Terang Ahmad P. Balombo seperti dikutip Kendari Pos, Jumat (17/7).

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait