Kendari, sultrademo.co – Musyarawah Daerah (Musda) Bersama Dewan Perwakilan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Sulawesi Tenggara Ke-XV terus dibayangi upaya-upaya penggagalan. Namun, Steering Committee (SC) Musda Bersama DPD KNPI Sultra Ke-XV memastikan bahwa Musda tetap akan dilaksanakan sesuai rencana pada tanggal 29-30 Mei 2021.
“Karena itu merupakan hasil kesepakatan dari 3 (tiga) DPD yaitu Sahrul Beddu, Umar Bonte dan La Ode Suryono. Mereka yang membuat kesepakatan ini adalah orang-orang yang cakap secara hukum dan memiliki itikad baik untuk persatuan Pemuda di Sulawesi Tenggara” terang anggota SC Musda Bersama DPD KNPI Sultra Ke-XV, Arwah.

Menurut Arwah persatuan pemuda di tingkat lokal akan memperkokoh integrasi nasional sebagai mana yang menjadi cita-cita bersama yang tekandung dalam sila ke-3 Pancasila yaitu Persatuan Indonesia. Jadi pemuda yang alergi dengan upaya persatuan pemuda tidak layak baginya dikatakan seorang yang pancasilais.
“Kita semua harus paham bahwa ketiga DPD ini melakukan Musda Bersama merujuk pada kesepakatan tiga pimpinan DPP KNPI” jelas Arwah.

Terkait adanya pihak yang meminta Gubernur untuk tak menghadiri dan membuka Musda Bersama DPD KNPI Sultra Ke-XV, menurut Arwah hal itu menjadi urusan pribadi Gubernur sendiri.
“Yang pasti seorang Gubernur ketika diundang oleh masyarakat untuk menghadiri kegiatan kemasyarakatan, selama itu tidak bertentangan dengan kedudukannya sebagai Gubernur maka menjadi wajar dan bahkan berhak untuk hadir dalam kegiatan tersebut, tanpa intervensi oleh siapa pun” jelasnya
“Oleh karena itu saya berharap pada seluruh panitia untuk tetap bekerja menjalankan amanah ketiga DPD KNPI Sultra untuk menyukseskan Musda Bersama” pungkasnya. (MA)


















