JAKARTA, sultrademo.co – Ulama kondang Syekh Moh. Ali Jabeer ditusuk orang tak dikenal saat mengisi kajian di Masjid Falahuddin, Kota Bandar Lampung pada Minggu (13/9) sore.

Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam atas peristiwa tragis tersebut. “Tindakan penusuk tersebut sangat zolim, tidak berprikemanusiaan dan merupakan perilaku teror yang nyata terhadap ulama. Kekejian penusuk ditunjukkan dengan sangat tega melukai seorang ulama yang sedang melaksanakan aktivitas dakwah Islamiyah” ungkap MN KAHMI dalam pernyataan sikap yang ditandatangani koordinator presidium Sigit Pamungkas dan Sekjend Manimbang Kahariady, Senin (14/9).

Majelis Nasional (MN) KAHMI mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas latar belakang, motif dan tokoh intelektual di balik peristiwa yang sangat keji dan tidak beradab tersebut.

sultrademo
sultrademo

“MN KAHMI memandang bahwa penyerangan kepada ulama/para da’i yang berulang kali belakangan ini menunjukkan betapa longgarnya penegakan hukum saat ini sehingga perbuatan yang sama terus berulang. Hal ini tak cukup dengan menjelaskan bahwa pelaku penusukan mengalami gangguan jiwa. Sementara secara kasat mata pelaku penusukan terhadap Syekh Moh Ali Jabeer secara leluasa tanpa penjagaan melakukan aksinya di depan umum” lanjut keterangan tertulis MN KAHMI.

Baca Juga :  3 Kecamatan Optimis Menangkan NKRI Di Pilkada Konut

Untuk menghindari berbagai spekulasi di tengah masyarakat yang merugikan banyak pihak, MN KAHMI mendesak agar aparat penegak hukum bekerja secara cepat dan profesional, agar motif dari peristiwa tersebut segera terungkap.

MN KAHMI mendoakan semoga Syekh Ali Jabeer dan keluarga senantiasa dalam lindunganNya, diberikan ketabahan & kesabaran dalam menghadapi cobaan ini, serta tetap Istiqomah dalam melaksanakan tugas mulia, dahwah Islamiyah, khususnya kegiatan pembinaan kepada Hafiz dan Hafizah Al Qur’an.

MN Nasional KAHMI menghimbau masyarakat luas, khususnya warga KAHMI di semua jenjang kepemimpinan (MW dan MD KAHMI) agar tetap tenang dan memberi kesempatan kepada aparat penegak hukum utk bekerja.

Komentar