10.000 Siswa di Sultra Ikut Gerakan Menulis Al-Qur’an, Kini Berlanjut ke Kabupaten Muna

Kendari, Sultrademo.co – Semangat membumikan Al-Qur’an terus dikobarkan oleh Dompet Dhuafa Sulawesi Tenggara (Sultra). Setelah sukses digelar di Kota Baubau, gelombang kebaikan Gerakan Menulis Al-Qur’an kembali menggema di Kabupaten Konawe pada 29 September s.d 4 Oktober 2025.

Selama enam hari pelaksanaan, kegiatan ini disambut dengan antusias oleh pelajar dan tenaga pendidik. Tercatat 7.300 siswa dari 18 sekolah tingkat SD hingga SMP ikut ambil bagian dalam aktivitas menulis ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Bacaan Lainnya
 

Kegiatan tersebut berlangsung di berbagai titik – mulai dari ruang kelas, aula sekolah, masjid, hingga lapangan terbuka – menciptakan suasana spiritual yang hangat dan penuh makna.

Penanggung jawab kegiatan, Jamiluddin, S.M, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar aktivitas menulis biasa, melainkan upaya membangun kedekatan emosional generasi muda dengan Al-Qur’an.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang menyentuh hati. Dengan menulis Al-Qur’an, para siswa belajar sabar, fokus, dan semakin dekat dengan kalam Allah,” ujarnya.

Pelaksanaan Gerakan Menulis Al-Qur’an di Konawe mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe, yang menilai kegiatan ini sebagai kolaborasi nyata antara dunia pendidikan dan lembaga sosial dalam memperkuat karakter religius generasi penerus bangsa.

Tak berhenti di Konawe, Gerakan Menulis Al-Qur’an kini berlanjut ke Kabupaten Muna pada 16–25 Oktober 2025, dan dijadwalkan menyapa Kabupaten Kolaka pada bulan berikutnya. Dengan demikian, total peserta dari Baubau, Konawe, dan Muna kini telah menembus lebih dari 10.000 siswa – dan jumlah itu terus bertambah.

Perwakilan Dompet Dhuafa Sultra berharap gerakan ini dapat menjadi inspirasi dan digerakkan di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.

“Ini bukan hanya tentang menulis huruf, tetapi menulis kebaikan dan cahaya dalam hati setiap anak,” ungkap salah satu perwakilan Dompet Dhuafa Sultra.

Dengan semangat kebersamaan dan cinta terhadap Al-Qur’an, ribuan pena kecil para siswa kini menjadi lentera harapan. Gerakan Menulis Al-Qur’an tidak hanya menorehkan ayat demi ayat di atas kertas, tetapi juga menanamkan nilai kesabaran, kedisiplinan, dan cinta Al-Qur’an sejak dini – dari Sulawesi Tenggara untuk Indonesia.

Laporan: Muhammad Sulhijah

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait