12 Tahun Mengabdi Guru Honorer di Konkep Kecewa Namanya Tak Masuk Daftar Usulan Paruh Waktu 2025

Konawe Kepulauan, Sultrademo.co – Seorang guru honorer asal Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Asnawang, S.Pd., Gr, mengungkapkan kekecewaannya karena namanya tidak tercantum dalam daftar usulan perekrutan pegawai Paruh Waktu Tahun Anggaran 2025, padahal ia telah mengabdi selama 12 tahun, sejak 2014 hingga 2025.

Asnawang menuturkan, selama ini dirinya aktif melaksanakan tugas mengajar sebagaimana mestinya di sekolah tempatnya bertugas. Karena itu, ia merasa heran mengapa namanya tidak masuk dalam daftar usulan, sementara syarat-syarat pengadaan paruh waktu dinilainya sudah ia penuhi.

Bacaan Lainnya
 

“Saya sudah mengajar sejak 2014 dan terus aktif sampai sekarang. Tapi nama saya tidak muncul dalam daftar usulan Paruh Waktu 2025. Tentu saya kecewa,” ujarnya, Sabtu (11/10/2025).

Asnawang mengaku, dirinya telah tiga kali mengikuti seleksi PPPK, dan dinyatakan dua kali lulus, masing-masing pada tahun 2023 dan 2024. Namun, hingga kini belum ada kejelasan penempatan.

“Saya sudah tiga kali ikut PPPK. Dua kali lulus, tapi belum ada penempatan. Bahkan saya sudah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2024,” jelasnya.

Dengan segala rekam jejak pengabdiannya itu, Asnawang berharap Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Konawe Kepulauan bersama Pemerintah Daerah Konkep dapat mempertimbangkan kembali agar namanya masuk dalam daftar usulan pegawai Paruh Waktu tahun 2025.

Berdasarkan aturan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), perekrutan pegawai Paruh Waktu tahun 2025 merujuk pada dua kriteria utama:

  1. Telah terdata dalam database non-ASN BKN hasil pendataan tahun 2022.
  2. Pernah mengikuti tes PPPK tahun 2024 dan memperoleh nilai di atas ambang batas (passing grade), tetapi belum mendapatkan penempatan.
*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait