5 Daerah di Sultra Jadi Target Investasi Triliunan Rupiah, PT. Sinar Samudera Sultra Jaya

  • Whatsapp
Jajaran Direksi PT. Sinar Samudera Sultra Jaya
Jajaran Direksi PT. Sinar Samudera Sultra Jaya

Kendari, Sultrademo.co – Sebagai negara kepulauan yang terdiri dari sekitar 70% lautan dan 30% daratan Indonesia mempunyai potensi kelautan yang merupakan pertemuan Arus panas dan dingin menyebabkan sumber daya hayati kelautan Indonesia.

Begitu beraneka ragam Disamping itu Indonesia juga memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia hal ini menjadi suatu peluang bahwa Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadi penghasil produk perikanan terbesar di dunia.

Bacaan Lainnya

Laut adalah sumber kehidupan yang tidak bisa tergantikan oleh daratan sampai kapanpun, segala sumber daya alam yang ada di laut sejak lama menjadi penunjang kebutuhan pangan masyarakat dunia oleh karena itu maka Sampai kapan pun manusia akan memerlukan ikan sebagai makanan. Data tahun 2018 menyebutkan bahwa negara Cina merupakan penguasa penghasil ikan terbesar di dunia dengan produksi 58,8 juta ton sedangkan Indonesia berada di posisi ketiga dengan jumlah produksi 6,1 juta ton. Sementara ini rumah produksi ikan Global sebanyak 178,8 juta ton ( kontribusi Indonesia hanya 3,4%).

Sultra memiliki Total luas wilayah 148. 140 km2 meliputi luas daratan 38.140 km2 dan luas laut 110.000 km2 ini berarti bahwa luas wilayah lautan adalah sebesar 65%. Sementara luas daratan hanya 35%. Kemudian dilihat dari batas wilayah kita berbatasan dengan laut Flores Laut Banda Teluk Bone dengan wilayah lautan yang lebih besar tersebut maka investasi perikanan di Sultra masih sangat menjanjikan melihat potensi tersebut maka maka PT Sinar Samudra Sultra Jaya hadir di Sulawesi Tenggara untuk berinvestasi di bidang perikanan baik perikanan tangkap maupun budidaya yang rencananya akan ditempatkan di 4 Kabupaten 1 Kota madya bentuk investasi yang rencana akan dilaksanakan meliputi :

1. Pembangunan industri perikanan di Kota Kendari, Kabupaten Konawe Kepulauan, Kabupaten Muna barat, kabupaten Wakatobi dan Kabupaten Konawe Selatan.
2. Pembangunan tambak udang vaname di 3 kabupaten dengan luas kurang lebih 7000 hektar di Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Konawe Kepulauan, dan Muna Barat.
3. Pembangunan keramba apung atau kajian sebanyak 4.000 unit di kabupaten Wakatobi
4. Pengembangan pariwisata di kabupaten Wakatobi
5. Pembangunan dan pengembangan bandara udara di kota Kendari kabupaten Wakatobi dan Konawe Kepulauan.
6.
Direktur Utama PT. Sinar Samudera Sultra Jaya, Dwi Bramancho,s menjelaskan, PT Sinar Samudra Sultra Jaya juga akan membangun sarana penunjang lainnya di empat kabupaten dan dan 1 di kota tersebut. Antara lain yaitu perusahaan karyawan gratis selama dia bekerja di perusahaan pembangunan sarana pendidikan gratis dari tingkat PAUD sampai dengan SMK Pembangunan kampus serta pembangunan sarana kesehatan gratis c dan tipe D untuk karyawan dan masyarakat yang kurang mampu.

“Nilai investasi untuk 4 Kabupaten 1 kota tersebut telah disiapkan dana sebesar 200 triliun, dengan rincian yaitu kota Kendari sebesar 53,4 triliun, Konawe Selatan sebesar 25,5 triliun, Konawe Kepulauan sebesar 36,4 triliun, Wakatobi sebesar 54,2 triliun dan Muna barat sebesar 30,5 triliun,” jelasnya. Sabtu, 16/11.

Dana yang fantastis tersebut, lanjut Dwi, pihaknya yakin akan menjawab persoalan bangsa ini terkait kemiskinan pengangguran peningkatan ketahanan pangan dan rendahnya kontribusi pendapatan daerah maupun negara melalui bidang perikanan khusus Sulawesi Tenggara berdasarkan data BPS pada tahun 2019 jumlah pengangguran sebanyak 38.392 orang.

“Ini berarti bahwa 100% jumlah pengangguran yang ada di Sultra akan teratasi pada tahun keempat investasi berjalan karena penyerapan tenaga kerja yang diterbitkan pada tahun pertama sebanyak 1000 orang tahun kedua sebanyak 2000 orang tahun ketiga sebanyak 5000 orang dan pada tahun keempat pabrik dan semua Bidang telah berjalan dibutuhkan tenaga kerja sebanyak Rp60.000 sampai Rp70.000 orang tenaga kerja tersebut dimulai dari tingkat buruh sampai dengan tenaga profesional dan tenaga ahli yang klasifikasi pendidikannya dimulai dari berijazah sampai dengan orang yang tanpa berhijrah serta mengutamakan tenaga kerja masyarakat lokal yang ada,” urainya.

Selanjutnya, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat pihaknya berkomitmen, gaji karyawan mempunyai standar diatas angka UMR regional dengan tetap memberikan jaminan tambahan lainnya seperti tunjangan keluarga istri dan anak. Saat ini UMR Sultra sebesar Rp 2.551.463.

Menurutnya, jika karyawan diberikan kenyamanan dengan dalam bekerja dengan gaji sesuai UMR,Fasilitas perumahan, kesehatan, pendidikan yang semuanya gratis maka diharapkan karyawan dapat bekerja optimal.

“Tentunya hasilnya yang diharapkan juga optimal ditunjang dengan kebijakan pemerintah yang memberikan kemudahan berinvestasi maka kami yakin dana investasi sebesar 200 triliun tersebut tidak butuh waktu lama akan tercapai break even point,” katanya.

Rencananya, pembangunan besar ini di sekolah akan dimulai pada akhir tahun 2019. Pihaknya memninta dukungan masyarakat khususnya pada empat kabupaten dan satu kota yang telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan dukungan pemerintah daerah pemerintah provinsi pemerintah pusat maupun semua stakeholder lainnya guna bersama-sama mewujudkan sektor Kelautan dan Perikanan Sultra sebagai salah satu penggerak utama pembangunan nasional yang diperhitungkan dalam bisnis perikanan dunia.

Pos terkait