Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat budaya disiplin di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui penerapan sistem absensi digital berbasis aplikasi. Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, STP, SH., M.Si, saat memimpin apel gabungan ASN lingkup Pemkot Kendari di Lapangan Upacara Balai Kota Kendari, Senin (19/1/2026).
Dalam arahannya, Amir Hasan menyampaikan bahwa tingkat kehadiran ASN menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan sejak diberlakukannya sistem absensi menggunakan telepon genggam.
Menurutnya, sistem ini menghadirkan keadilan bagi seluruh ASN karena kehadiran kini tercatat secara transparan dan berdampak langsung pada Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
“Alhamdulillah, hari ini persentase kehadiran sudah cukup tinggi. Sekarang sudah tidak ada lagi alasan, karena absensi sudah menggunakan HP. Ini akan berdampak langsung pada TPP,” ujarnya.
Sekda menegaskan, tidak ada lagi perbedaan perlakuan antara ASN yang disiplin dan yang tidak. Seluruh pegawai, tanpa terkecuali, wajib melakukan absensi sesuai ketentuan, termasuk dirinya sebagai Sekda.
“Selama ini yang rajin dan tidak rajin terima TPP yang sama. Sekarang tidak lagi. Walaupun saya Sekda, saya tetap wajib absen pagi,” tegasnya.
Selain kedisiplinan, Amir Hasan juga mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar rutin melaksanakan kerja bakti dan pengecatan lingkungan.
Ia menyebutkan, pengecatan di sepanjang jalan utama Kota Kendari wajib dilakukan empat kali dalam setahun, yakni pada Januari, April, Juli, dan Oktober.
“Ini bukan karena ada Adipura atau kunjungan pejabat. Ini kewajiban rutin. Mulai besok kita sudah mulai pengecatan,” katanya.
Ia memastikan bahwa anggaran pemeliharaan lingkungan OPD telah disiapkan meski terbatas, sehingga tidak ada lagi alasan untuk mengabaikan kewajiban tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Sekda juga mengumumkan rencana perekrutan pegawai paruh waktu guna memperkuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Langkah ini diambil seiring meningkatnya aset daerah, luas wilayah, serta jumlah penduduk Kota Kendari.
“Kita butuh penguatan personel untuk menjaga ketertiban dan aset daerah,” pungkasnya.








