Konawe, Sultrademo.co- Ketua Aliansi Masyarakat Konawe Bersatu (AMKB) kembali mengingatkan Mr Yin selaku pimpinan di perusahaan PT VDNI agar tidak mengabaikan surat permyataan yang telah ia bububi tandatangan. Senin (27/7/2020).

Koordinator AMKB, Syainul Tora saat dihubungi melalui pesan whatsaappnya menyampaikan, kesepakatan bersama melalui surat pernyataan yang di tandatanggani langsung oleh Mr Yin dan disaksikan beberapa lembaga seperti Tamalaki Sultra dan Perwakilan Pemda Konawe diharapkan dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya ingin mempertegas kiranya pihak perusahaan PT VDNI Dan OSS melalui perwakilan menejemen hari ini untuk tidak mengabaikan apa yang sudah jadi kesepakatan bersama dihadapan masyarakat Konawe untuk menindak lanjuti isi surat pernyataan yang sudah ditandatanggani,”pintanya.

Walaupun hanya ditulis di kertas putih dan hanya diperkuat selembar matrei biasa, tapi substansi isinya sangat penting dan harus dijalankan.

“Jika pihak perusahaan tidak cepat mengambil sikap selama 2 kali 48 Jam maka secara tegas kami sampaikan bahwa ini adalah bentuk penghianatan perusahaan terhadap rakyat bumi Konawe dan kami memastikan semua elemen yang tergabung dalam gerakan hari ini akan kembali melakukan aksi jilid 2 tentunya dengan menghimpun semua kelompok masyarakat, kelompok pemuda di Konawe,”kecamnya.

Baca Juga :  Seorang Ibu Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Oleh karenanya lanjut Syainul, pihaknya mendesak pihak perusahaan untuk memecat oknum-oknum yang terlibat dalam aksi provokasi warga. Syainul juga menegaskan perusahaan memutus mata rantai oknum karyawan yang melakukan tindakan melawan hukum atau aksi premanisme.

Berikutnya, mendesak pihak manajemen untuk memecat oknum yang terlibat dalam aksi provokatif. Massa langsung mengusulkan dua nama yang diduga dalangnya, yakni Andi Pale dan Lukman yang tiada lain adalah humas perusahaan.

Isi surat menegaskan bahwa pihak perusahaan diberi waktu 2 x 48 jam untuk mengeluarkan dua orang yang dimaksud. Syainul menegaskan, jika kesepakatan itu tidak dilaksanakan maka pihaknya akan menurunkan massa yang lebih besar lagi untuk menduduki perusahaan.

“Kami juga mendesak Kapolres Konawe untuk menangkap oknum yang telah memprovokasi warga, hingga terjadi penghadangan terhadap aktivitas perusahaan,” pungkasnya.

Laporan: jumardin

Komentar