Kendari, Sultrademo.co — Semangat kedisiplinan dan profesionalisme kembali ditegaskan dalam peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Senin (17/4/2025).
Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Asrun Lio, bertindak sebagai inspektur upacara dan menyampaikan sejumlah arahan penting kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah provinsi.
Upacara diikuti oleh jajaran Staf Ahli, Asisten Sekda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta ratusan ASN dari berbagai instansi. Dalam amanatnya, Asrun Lio menekankan pentingnya peningkatan kedisiplinan sebagai dasar pelayanan publik yang optimal.
“Kehadiran ASN dalam apel pagi dan sore selama sepekan terakhir telah mencapai lebih dari 60 persen. Ini progres yang patut diapresiasi,” ujar Asrun.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa kedisiplinan tidak hanya diukur dari tingkat kehadiran. Aspek ketertiban, terutama dalam berlalu lintas di area kantor gubernur, juga menjadi perhatian.
“ASN harus menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan kerja yang tertib dan nyaman. Mulailah dari hal sederhana, seperti mematuhi jalur dan aturan parkir,” katanya.
Selain menyinggung kedisiplinan, Sekda juga meminta seluruh OPD segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan pada triwulan pertama tahun anggaran 2025. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan capaian kerja pemerintah sesuai dengan perencanaan yang telah disusun.
“Kegiatan rutin yang sudah dijadwalkan jangan sampai menumpuk di akhir tahun. Segera ditindaklanjuti, kecuali jika masih menunggu petunjuk teknis atau petunjuk pelaksanaan,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Asrun Lio mengajak seluruh ASN untuk terus mengedepankan profesionalisme dan integritas dalam bekerja. Ia berharap ASN Sultra dapat menjadi motor penggerak pembangunan sekaligus pelayan publik yang dapat diandalkan.
“Pelayanan yang berkualitas hanya bisa terwujud jika setiap aparatur bekerja dengan dedikasi tinggi dan semangat membangun,” tutur Asrun.
Laporan: Arini Triana Suci R
Editor: Muhammad Sulhijah








