Atasi Banjir dan Krisis Air Bersih, Pemkot Kendari Gandeng Delegasi La Rochelle Prancis

Ketgam : Penerimaan delegasi kota La Rochelle Perancis dan kerja sama penangan bajir dan PDAM kota kendari

Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari terus mematangkan langkah strategis dalam mengatasi persoalan klasik banjir dan peningkatan kualitas layanan air bersih. Langkah ini diperkuat melalui penerimaan kunjungan delegasi dari Kota La Rochelle, Prancis, oleh Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, baru-baru ini.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama sister city yang telah terjalin lama antara kedua kota. Fokus utamanya kali ini mencakup dukungan teknologi pengolahan air minum serta pemetaan taktis penanganan risiko banjir di Ibu Kota Sulawesi Tenggara tersebut.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan tersebut, tim teknis dari Prancis memaparkan hasil penelitian dan pemetaan komprehensif terkait kondisi banjir di Kota Kendari sejak tahun 2013 hingga saat ini. Kajian tersebut mengidentifikasi wilayah rawan, dampak lingkungan, hingga kalkulasi jumlah rumah warga yang terdampak di sepanjang aliran sungai.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, memberikan apresiasi tinggi terhadap akurasi data yang disajikan oleh delegasi Prancis.

“Kami sangat mengapresiasi hasil pemetaan dan penelitian yang telah dilakukan. Data ini akan menjadi salah satu acuan penting bagi Pemerintah Kota Kendari dalam menyusun langkah-langkah penanganan banjir yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Sudirman. (Rabu, 17/06/26).

Kunjungan delegasi kali ini terbilang komprehensif karena melibatkan perwakilan dewan, tim teknis penanganan banjir, hingga lembaga pembiayaan pembangunan internasional.

Tim teknis tersebut telah turun lapangan dan melakukan pemetaan khusus di sepanjang aliran Sungai Kali Kadia yang melintasi lima wilayah krusial, yaitu:
* Puuwatu
* Punggolaka
* Tobuha
* Pondambea
* Kadia
Sudirman menjelaskan bahwa pihak Prancis akan mendampingi Pemkot Kendari dalam penyusunan desain teknis (*engineering design*) infrastruktur pengendali banjir, sebelum nantinya disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

Berdasarkan kajian awal, tim Prancis menyodorkan dua rekomendasi utama untuk menekan risiko luapan air, yaitu:
1. Pembangunan 5 Kolam Retensi: Ditempatkan di sejumlah titik strategis yang lahannya masih kosong.
2. Normalisasi Sungai Kali Kadia: Pengerukan dan pembenahan aliran sungai dari sektor hulu hingga ke hilir.

Sebelum membidik penanganan banjir, kerja sama Kendari-La Rochelle telah membuahkan hasil nyata di sektor sanitasi. Dukungan peralatan penjernihan air pada PDAM Kota Kendari tahun lalu terbukti mendongkrak kualitas air bersih yang diterima masyarakat secara signifikan.

“Alhamdulillah manfaatnya sangat luar biasa. Masyarakat yang menerima layanan PDAM menyampaikan bahwa kualitas air kini jauh lebih bersih dibanding sebelumnya,” pungkas Sudirman.

Pemkot Kendari berharap kolaborasi ini dapat terus berjalan berkesinambungan, baik dalam bentuk transfer teknologi, pendampingan teknis, hingga peluang dukungan pembiayaan jangka panjang.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait