Bawaslu Gelar Forum Literasi Keterbukaan Informasi Publik

Konawe Selatan, Sultrademo.co – Pasca tahapan Pemilu berakhir, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI melalui Sub Koordinator Pusat data dan Informasi (Pusdatin) Bawaslu RI menyelenggarakan Forum Literasi Keterbukaan Informasi Publik Pengawasan Pemilu dan Pemilihan di Kabupaten Konawe Selatan pada Senin (29/9/24).

Kegiatan ini mengambil momentum penting di periode pasca tahapan Pemilu dan Pemilihan untuk memperkuat komitmen Bawaslu sebagai badan publik yang transparan dan akuntabel di masa jeda pengawasan aktif. Forum ini dihadiri oleh perwakilan Bawaslu se-Kabupaten/Kota se-Sultra, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan.

Bacaan Lainnya
 

Acara dibuka secara resmi oleh Koordinator Tenaga Ahli Bawaslu RI, Bachtiar. Dalam sambutannya, Bachtiar menyampaikan bahwa Forum Literasi ini adalah inisiatif penting Bawaslu RI untuk memastikan seluruh jajaran, terutama di daerah, memiliki pemahaman yang seragam dan mendalam mengenai implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.

“Meskipun tahapan pemilu telah usai, semangat transparansi dan akuntabilitas tidak boleh luntur. Justru, momentum ini harus kita manfaatkan untuk konsolidasi data, evaluasi, dan penyediaan informasi yang utuh kepada publik,” ujar Bachtiar.

Ditempat yang sama, Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara, Iwan Rompo, dalam sambutannya menyatakan bahwa keterbukaan informasi adalah prinsip fundamental yang harus melekat pada lembaga pengawas, jauh melampaui sekadar kepatuhan regulasi.

Iwan Rompo menjelaskan bahwa momentum pasca-tahapan harus dimanfaatkan untuk konsolidasi data dan evaluasi. Dengan membuka informasi secara luas, Bawaslu secara aktif mengundang dan memberdayakan masyarakat untuk menilai kinerja dan temuan selama proses pengawasan.

“Saat informasi dibuka secara transparan, kita mengundang masyarakat untuk turut serta mengawasi dan mengevaluasi. Ini adalah fondasi utama untuk mencapai Pemilu yang berintegritas dan terhindar dari praktik kecurangan,” ujarnya.

Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat yang didorong oleh akses informasi yang jelas adalah benteng paling efektif terhadap praktik-praktik ilegal, baik selama maupun setelah proses Pemilu berakhir.

Iwan Rompo menegaskan bahwa komitmen setiap individu pengawas dalam mengimplementasikan prinsip keterbukaan adalah kunci untuk membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan, memastikan Bawaslu tetap menjadi Badan Publik yang informatif, reaktif, dan akuntabel.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait