Bawaslu Konsel Tingkatkan Pengawasan Partisipatif Melalui Edukasi Kepemiluan Bagi Kaum Perempuan

  • Whatsapp

 

Konsel, Sultrademo.co – Bawaslu Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) berkomitmen mendorong peningkatan pengawasan partisipatif masyarakat melalui sosialisasi pengawasan pemilu bagi kaum perempuan di Aula Serba Guna Kecamatan Laeya Konsel, Sabtu, 30 November 2019.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang dihadiri kurang lebih 100 peserta tersebut, bertujuan untuk mensosialisasikan peran perempuan dalam pesta demokrasi dalam hal pemilu, serta meningkatkan pemahaman dan kesadaran pencegahan akan potensi pelanggaran pemilihan yang melibatkan kaum perempuan.

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat, sekaligus sarana aktualisasi partisipasi masyarakat sebagai pemegang kedaulatan rakyat dalam penentuan jabatan-jabatan publik/pemerintahan.

Dalam paparannya, Kordiv Hukum, Penindakan dan Penyelesaian Sengketa, Bawaslu Kabupaten Konawe Selatan, Awaluddin AK berharap melalui kegiatan ini masyarakat menyadari posisinya sebagai pemegang kedaulatan, bukan hanya sekedar jadi objek para kandidat dalam merebut simpati dan suara rakyat tetapi dapat menjadi  subjek dalam pemilihan itu sendiri. Penempatan rakyat sebagai subjek pemilu diharapkan dapat memberi ruang kepada rakyat untuk aktif melibatkan dirinya dalam mengawal terbentuknya integritas pemilihan.

“Pemilu 2019 untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota, telah selesai dilaksanakan. Saat ini secara nasional Pemilihan Kepala Daerah serentak akan dilakukan di 234 Kabupaten, 37 Kota, dan 9 Provinsi,” terangnya.

Khusus di Sultra, kata Awaluddin, pilkada dilakukan di 7 Kabupaten diantaranya Kabupaten Konawe Utara, Konawe Selatan, Buton Utara, Kolaka Timur, Muna, Konawe Kepulauan, dan Wakatobi.

Bawaslu melalui Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 jo Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 merupakan Lembaga Negara yang diberi mandat atributif untuk mengawasi penyelenggaraan Pemilu/Pemilihan dengan mendorong sebesar-besarnya partisipatif aktif masyarakat untuk ikut serta mengawal proses pemilihan umum/Pemilihan terutama bagi kaum perempuan, dengan melihat fakta bahwa pemilih perempuan pada Pemilu 2019 lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pemilih laki- laki. Pemilih dalam negeri mencapai 190 juta lebih dan pemilih di Luar negeri lebih dari 2 juta, dimana 51 persen diantaranya adalah perempuan.

Perempuan mempunyai peran penting dalam menyukseskan Pemilu. Sebagai peserta, perempuan memiliki sumbangsih dalam tercapainya kuota 30% keterwakilan perempuan dan sebagai pemilih, perempuan menjadi penggerak sosial.

Kiprah perempuan dalam politik di era reformasi mulai berubah kearah yang positif setelah hadirnya UU No. 12 tahun 2003 tentang partai politik, dalam pasal 65 ayat (1), partai politik dianjurkan untuk mencalonkan 30 % kaum perempuan untuk duduk di kursi legislatif ( DPR, DPD, DPRD I dan DPRD II) sebagai manifestasi peran perempuan dalam politik praktis.

Bawaslu Konsel berharap dengan adanya kegiatan ini, dapat memberikan pemahaman kepada peserta kegiatan, khususnya kaum perempuan terhadap pengawasan pemilu.

“Sehingga terbangun kesadaran untuk bersama Bawaslu mengawasi penyelenggaraan pemilu di Sultra khususnya di Konsel,” Pungkasnya.

Pos terkait