Kendari, Sultrademo.co – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif Pemilu 2024 dengan tema “Gen Z Terdepan Lawan Hoaks dan Politik Uang” di Same Hotel Kendari, Senin (28/10/2024).
Acara ini mengundang kehadiran kalangan muda, terutama Generasi Z, untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi mereka dalam mengawasi pelaksanaan pemilihan kepada daerah secara serentak tahun 2024 mendatang.
Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Sulawesi Tenggara, Bahari, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu untuk meminimalisasi potensi pelanggaran dalam Pemilu, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 7.
“Berdasarkan amanat UU No. 7, kami di Bawaslu Sulawesi Tenggara melaksanakan kegiatan ini dan akan terus mengadakan sosialisasi serupa di berbagai kabupaten di wilayah Sultra,” ujar Bahari.
Bahari menambahkan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda dalam melibatkan diri secara aktif dalam pengawasan Pemilu 2024. “Semoga hal ini bisa menjadi modal bagi Generasi Z untuk turut mengawasi pelaksanaan pemilu,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bahari mengimbau masyarakat, terutama kaum muda, agar berani melaporkan dugaan pelanggaran, seperti politik uang, yang mereka temui selama masa pemilu. Ia mengungkapkan masih banyak masyarakat yang mengetahui adanya pelanggaran, namun ragu untuk melaporkannya.
“Saat melihat dugaan pelanggaran, saya harap segera dilaporkan ke pengawas pemilu. Kalau ada politik uang di lingkungan adik-adik sekalian, mohon kiranya dilaporkan,” ujarnya.
Bahari juga menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat dalam melaporkan pelanggaran, meskipun menyaksikan praktik tersebut secara langsung. “Saat ini, banyak yang tahu tapi tidak berani melapor. Kalau bukan kita, siapa lagi? Minimal dari diri sendiri,” ungkapnya.
Bahari menilai, jika Generasi Z mulai aktif berpartisipasi dan menyebarkan konten positif mengenai kesadaran akan pelanggaran politik, iklim pelaksanaan pilkada akan semakin kondusif.
“Kalau Generasi Z sudah mulai ikut berpartisipasi dengan membuat konten positif soal kesadaran akan pelanggaran politik, kita bisa harapkan pilkada berjalan lebih kondusif,” tuturnya.
Bahari menutup imbauannya dengan mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir terkait keuntungan pribadi dalam pemilu. Ia menyebut pentingnya menyadarkan masyarakat akan kerugian jangka panjang dari praktik politik uang.
“Minimal, kita harus saling mengingatkan. Saat ini banyak yang berpikir tidak mau memilih jika tidak ada ’serangan fajar’. Pola pikir seperti ini yang perlu kita hilangkan,” tutupnya.






