Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperkuat pengendalian inflasi melalui rutin menggelar Gerakan Pangan Murah, salah satu program arahan Presiden untuk menjaga ketahanan pangan.
Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Kendari yang konsisten melaksanakan kegiatan ini hingga ratusan kali sebagai upaya menjaga stabilitas harga di daerah.

Dalam keterangannya, Hugua menjelaskan bahwa capaian inflasi di Sultra masih terjaga di angka 2,1 hingga 2,98 persen, angka ini relatif rendah dan berada di bawah nasional yang mencapai 3,5 persen. Hasil positif ini, menurutnya, tak lepas dari serangkaian intervensi pasar yang dilakukan baik oleh pemerintah provinsi maupun daerah.
“Pemkot Kendari sudah melaksanakan gerakan ini sekitar 200 kali, sedangkan pemerintah provinsi telah menggelar sekitar 160 kali yang menjangkau 13 kabupaten/kota. Ini merupakan bagian dari program direktif Presiden berbasis agromaritim untuk menjaga ketahanan pangan,” ungkap Hugua, Jumat, (29/05/26).
Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah menjadi strategi utama Pemerintah Kota Kendari untuk menekan laju inflasi sekaligus meringankan beban masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Antusiasme warga yang tinggi, kata dia, menunjukkan kebutuhan akan ketersediaan bahan pokok dengan harga stabil masih sangat besar, terlebih setelah sempat terjadi kelangkaan minyak goreng beberapa waktu lalu.
“Kita lihat sendiri antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan penuh terhadap upaya pengendalian inflasi daerah,” ujar Siska.
Terkait kelangkaan minyak goreng yang sempat terjadi, Siska memastikan bahwa Pemkot Kendari telah berkoordinasi dengan Perumda Bulog untuk memulihkan pasokan. Pemerintah kota juga siap membantu mobilisasi distribusi agar stok tersedia merata dan kelangkaan tidak terulang kembali.
“Alhamdulillah kami sudah berkoordinasi dengan Bulog dan stok sudah tersedia. InsyaAllah kami juga berikan dukungan mobilisasi agar kelangkaan minyak goreng di Kendari tidak terulang lagi,” jelasnya.
Tak hanya itu, Siska memberikan peringatan tegas kepada para distributor dan pelaku usaha. Ia menegaskan akan menindak tegas setiap pihak yang terbukti menimbun barang atau memainkan harga kebutuhan pokok di pasaran. Ancaman pencabutan izin usaha diberlakukan bagi siapa saja yang nakal, termasuk kasus kelangkaan dan lonjakan harga gas elpiji yang sempat meresahkan masyarakat.
“Jika ditemukan ada yang memainkan harga, apalagi kasus LPG beberapa hari lalu, kami tidak segan-segan langsung mencabut izin usahanya. Pemerintah tidak akan mentoleransi praktik yang merugikan masyarakat,” tegas Siska.

















