Wamendagri Apresiasi Kendari, Gerakan Pangan Murah Tembus 200 Kali Pelaksanaan

Ketgam : Wamendagri di dampingi Wakil Wali Kota Kendari meninjau beberapa stand UMKM yang ada di lokasi Pangan murah

Kendari, Sultrademo.co – Ribuan warga memadati pelataran parkir Kantor Balai Kota Kendari pada Jumat (29/5/2025) dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah yang dihadiri langsung Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, unsur Forkopimda, serta jajaran pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman menyebut pemerintah kota telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah hampir 200 kali sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Bacaan Lainnya
 
 
 

“Melalui gerakan pangan murah ini kami terus mengontrol agar harga tidak terlalu tinggi sehingga masyarakat bisa menjangkau kebutuhan pokok, namun juga tidak terlalu rendah agar produsen dan pelaku UMKM tetap tumbuh dan berkembang,” ujar Sudirman.

Ia mengatakan pelataran Balai Kota Kendari menjadi lokasi rutin pelaksanaan pasar murah, termasuk menjelang Hari Raya Iduladha karena tingginya antusiasme masyarakat.

Sementara itu, dalam arahannya, Wamendagri Akhmad Wiyagus menegaskan ketahanan pangan dan ketahanan energi menjadi perhatian utama pemerintah di tengah ancaman pemanasan global dan cuaca ekstrem.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi produktivitas sektor pertanian dan ketersediaan pangan nasional.

Meski demikian, ia menyebut kondisi ekonomi nasional masih berada pada jalur positif dengan pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2026 mencapai 5,61 persen dan inflasi nasional berada pada kisaran terkendali sebesar 2,48 persen.

“Khusus Kota Kendari, inflasinya juga berada di kisaran 2 persen. Ini tidak lepas dari upaya pemerintah daerah yang sangat aktif melakukan intervensi melalui gerakan pangan murah,” katanya.

Akhmad Wiyagus juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Kendari yang dinilai paling aktif melaksanakan Gerakan Pangan Murah hingga mencapai 200 kali pelaksanaan.

Wamendagri turut mengungkapkan stok beras nasional di gudang Bulog saat ini mencapai 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Namun menurutnya, ketersediaan pangan tidak akan berarti jika masyarakat masih kesulitan memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Karena itu, pasar murah dinilai menjadi salah satu solusi membuka akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah.

“Pasar murah ini bagian dari upaya membuka aksesibilitas antara Bulog dengan masyarakat agar masyarakat bisa merasakan langsung ketersediaan pangan dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Ia menegaskan stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, daerah, BUMN, pelaku usaha, dan masyarakat.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait