Kendari, Sultrademo.co – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengapresiasi komitmen Yayasan Bukit Zion Christian School Kendari dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kota Kendari melalui pembangunan gedung sekolah baru beserta penambahan fasilitas pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Siska saat menghadiri peresmian gedung baru Bukit Zion Christian School Kendari. Menurutnya, kehadiran fasilitas baru tersebut menjadi bukti keseriusan yayasan dalam mengembangkan dunia pendidikan sejak berdiri tujuh tahun lalu.
“Saya atas nama Pemerintah Kota Kendari bersama jajaran sangat berterima kasih atas hadirnya fasilitas terbaru dari Bukit Zion Christian School Kendari. Sekolah ini sudah didirikan sejak tujuh tahun lalu dan hari ini membuktikan komitmennya untuk terus bertransformasi dengan menghadirkan fasilitas-fasilitas terbaik melalui gedung sekolah yang baru,” ujar Siska.
Ia mengatakan, pengembangan sekolah tidak hanya ditandai dengan pembangunan gedung baru, tetapi juga penambahan jenjang pendidikan. Saat ini Bukit Zion telah memiliki layanan pendidikan mulai dari PAUD/TK hingga SD dan tengah mempersiapkan pembukaan jenjang SMP pada tahun depan.
Siska menilai keberadaan sekolah swasta seperti Bukit Zion menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
“Kami sangat berterima kasih atas semangat Yayasan Bukit Zion Christian School Kendari yang membantu pemerintah dalam upaya peningkatan dunia pendidikan. Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan siap terus berkolaborasi, terutama dalam penerapan kurikulum. Semua sekolah wajib menjadi mitra terbaik pemerintah, termasuk sekolah-sekolah swasta,” katanya.
Bahkan, Siska secara khusus menyampaikan apresiasinya kepada sekolah tersebut.
“Bukit Zion Christian School Kendari, the best,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Bukit Zion Christian School Kendari,Tan Robert Tandry, menjelaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya merupakan pengembangan dari Bukit Zion di Makassar dengan konsep pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan spiritual.
“Kami bukan hanya mendidik IQ anak-anak, tetapi juga EQ dan spiritualnya. Karena memang kami berbasis sekolah Kristen,” kata Robert.
Meski demikian, ia menegaskan sekolah tetap terbuka bagi seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang agama.
“Kami menerima semua agama. Ada siswa beragama Buddha, Islam, dan Kristen. Pendekatan karakter memang melalui nilai-nilai kekristenan, tetapi sekolah ini terbuka untuk semua,” jelasnya.
Robert mengungkapkan, perkembangan jumlah siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan sejak sekolah berdiri pada 2019. Awalnya, sekolah hanya menyewa satu ruangan dengan tiga kelas dan memiliki 16 siswa.
“Puji Tuhan, setelah tujuh tahun berjalan, sekarang jumlah siswa kami sudah mencapai 125 orang,” ungkapnya.
Dalam proses pembelajaran, Bukit Zion Christian School menggabungkan Kurikulum Merdeka dengan program Cambridge. Menurut Robert, kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing peserta didik karena nantinya siswa juga berkesempatan memperoleh sertifikasi Cambridge.
“Kurikulum kami menggabungkan Kurikulum Merdeka dengan program Cambridge. Ini juga mendapat apresiasi dari Ibu Wali Kota karena belum banyak sekolah di Kendari yang menerapkannya. Nantinya anak-anak juga akan memperoleh sertifikasi Cambridge,” pungkasnya.






