Beras Organik Buton Utara, Banyak Diminati Buyer Internasional

  • Whatsapp

Kendari, sultrademo.co (19/10) – Buton Utara (Butur), salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara yang fokus mengembangkan komoditas pangan organik sebagai program unggulan.

Salah satunya, beras organik, yang kini banyak diminati baik dalam negeri maupun di luar negeri.

Bacaan Lainnya

Beras organik ini banyak sekali peminatnya, baik skala nasional maupun internasional. “Hal ini terbukti banyaknya pengunjung yang menyatakan berminat pada saat pameran dagang internasional di Banten, yang di hadiri 3000 buyer dari banyak negara,” ujar Musyida Arifin, staf ahli Bupati Buton Utara, seraya menambahkan, Australia dan Saudi Arabia termasuk yang berminat untuk mengimpor beras organik ini.

Saat itu, menurut Musyida, pihaknya membawa stok 200 kg dan habis pada saat itu juga.

Kalau masalah harga, beras organik Buton Utara masih jauh lebih murah dibanding harga beras variatas kuno di Jepang yang harganya mencapai 1,4 juta/kg.

Musyida berharap, kedepan, kuantitas dan kualitas beras organik Butur terus mengalami peningkatan sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

Potensi pasarnya pun sangat menjanjikan karena masyarakat saat ini mulai banyak yang mengubah pola hidup sehat. Mereka sangat selektif dalam memilih makanan yang mereka konsumsi. Beras organik ini kaya akan protein dan antioksidannya yang tinggi. Selain itu, apabila di masak, nasinya sangat pulen dan memiliki citarasa yang disenangi konsumen.

Pada pembukaan dan pameran Hari Pangan Sedunia (HPS) yang akan dilaksanakan 1 Nopember 2019 di Angata, Kabupaten Konawe Selatan dan Kota Kendari, pihaknya akan ikut memamerkan beras organik dan produk pertanian lainnya yang menjadi unggulan Butur.

Di Hari Pangan Sedunia ini, akan dihadiri banyak perwakilan dari negara luar, sehingga kesempatan bagi daerah untuk mmperkenalkan produk unggulannya.

Dari segi produksi, menurut Musyida yang akrab dipanggil Cinda, sejak tahun 2018, sudah mencapai 780 hektar lahan yang berproduksi dari 1200 hektar yang ditargetkan. Secara keseluruhan, pihaknya menargetkan pembukaan dan pengolahan 5000 hektar sawah untuk beras organik.

Dari 45 varietas yang ada, sudah 9 yang sudah kita patenkan, 2 diantaranya yang sudah tersertifikasi.

“Kami juga terus menggenjot Produksinya dengan memanfaatkan pupuk kandang yang ada di hampir tiap desa di Buton Utara dan pupuk hayati yang di terapkan di Desa Dempala, Mekar Jaya dan desa lainnya”

“Hal itu kami lakukan karena dari sejak dulu padi kami tidak pernah menggunakan pupuk kimia. Terbukti beras organik Butur menunjukkan zero konversi,” tutupnya.

Pos terkait