BNNP Sultra Musnahkan 916,46 gram Narkotika Jenis Sabu Di Tengah Pandemi Corona

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) musnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 916,46 gram di halaman belakang BNNP Sultra, Kamis(16/04/2020).

Kepala BNNP Sultra Kombes Pol Ghirii Prawijaya mengatakan, pemusnahan barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan dengan mengamankan dua tersangka yakni RM dan AR dengan kasus peredaran gelap narkoba dengan total barang bukti 961,2 gram.

Bacaan Lainnya

“Pemusnahan Barang Bukti dilakukan berdasarkan Surat Ketetapan Kejaksaan Negeri Kendari Nomor: B.520R.3.10/Enz.1/03/2020 tanggal 2 Maret 2020. Total barang bukti seberat 961,2 gram, dan yang dimusnahkan hari ini seberat 916,46 gram, dan disisihkan seberat 41,74 gram bruto untuk dijadikan barang bukti laboratorium dan perkara persidangan,” ungkap Kombes Pol Ghirii Prawijaya saat di Lokasi Pemusnahan.

Ia mengatakan kronologis penangkapan tersangka bahwa pada hari Sabtu (21/03/2020) sekitar pukul 12.25 WITA yang berawal dari informasi masyarakat bahwa ada seseorang yang diduga sebagai pengedar narkoba berdomisili di wilayah sekitar Jalan Laute Baru, Kota Kendari.

“Kemudian petugas Bidang Pemberantasan BNNP Sultra melakukan penyelidikan yang mendalam, dan akhirnya tim pemberantasan mendapat informasi bahwa target akan menjemput narkotika jenis sabu dan akan dibawa ke rumahnya di Jalan Laute Baru,” ungkapnya.

Selanjutnya, Tim Bidang Pemberantasan BNNP Sultra langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan, Setelah target kembali ke rumahnya sehingga tim berhasil mengamankan barang bukti narkotika dan non-narkotika, selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan oleh petugas dan dibawa ke Kantor BNNP Sultra untuk diproses lebih lanjut.

“Pasal yang disangkakan yakni Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana paling sedikit enam tahun serta paling lama 20 tahun,”jelasnya

Ia menyampaikan pihaknya bakal terus memberantas pelaku penyalagunaan narkotika meski di tengah wabah Pandemi covid-19.

“Wabah Corona tidak membuat kami berhanti, pemberantasan terus kami lakukan,”pungkasnya.

Pos terkait