BNPB Rilis Data Terbaru: 753 Warga Tewas, 3,3 Juta Jiwa Terdampak Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera

Ketgam : Bencana Banjir Sumatra. Foto: Internet

Kendari, Sultrademo.co – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam laporan terbaru itu, tercatat 753 orang meninggal dunia akibat bencana yang terjadi sepanjang akhir November 2025.

Melalui Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera 2025 yang diunggah pada situs resmi Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB), tercatat jumlah korban meninggal, hilang, serta luka-luka terus diperbarui seiring proses pencarian dan evakuasi.

Bacaan Lainnya
 

Pusdatin BNPB juga memaparkan data kerusakan hunian warga di tiga provinsi tersebut.
“3.600 rumah rusak berat, 2.100 rumah rusak ringan, dan 3.700 rusak ringan,” tulis laporan itu.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum yang terdampak secara signifikan. BNPB melaporkan,
“Jembatan 39,34 persen mengalami kerusakan, fasilitas ibadah 16,97 persen, fasilitas pendidikan 42,5 persen, dan fasilitas kesehatan 1,18 persen.”

Sementara itu, jumlah pengungsi tercatat terus meningkat. Hingga hari ini, BNPB mencatat:
* 106.200 pengungsi di Sumatera Barat
* 538.000 pengungsi di Sumatera Utara
* 1,5 juta pengungsi di Aceh

Total warga yang terdampak langsung dari bencana ini mencapai 3,3 juta jiwa, terdiri dari 141.800 warga di Sumatera Barat, 1,5 juta warga di Aceh, dan 1,7 juta warga di Sumatera Utara.
Bencana ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, mengingat cakupan kerusakan dan jumlah korban yang begitu besar. Pemerintah pusat telah mengerahkan berbagai kekuatan untuk mempercepat penanganan darurat di tiga provinsi terdampak.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Arini Triana Suci R
Editor: UL

Pos terkait