DPW B8C Sultra Apresiasi Mitra Kesepahaman Antara Kemendes RI Bersama B8C

Jakarta, 28 April 2026 — Upaya percepatan pembangunan desa terus diperkuat. Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) resmi menggandeng Barisan Delapan Center (B8C) melalui penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama strategis di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Kolaborasi ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam membuka ruang partisipasi lintas sektor guna mengakselerasi pembangunan desa di seluruh Indonesia.

Bacaan Lainnya
 

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan berbagai persoalan di desa. Menurutnya, keterlibatan semua elemen menjadi kunci keberhasilan pembangunan.

“Kita ini support team. Semua harus terlibat dan memiliki desa binaan,” ujar Yandri.

Ia menjelaskan, pendekatan kolaboratif diperlukan untuk menjawab beragam tantangan di desa, mulai dari keterbatasan listrik, wilayah blank spot, akses air bersih, hingga persoalan pendidikan.

Sementara itu, Ketua Umum Barisan Delapan Center, Andrio Caesario, menyatakan kesiapan organisasinya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong terwujudnya desa mandiri dan sejahtera.

Menurut Andrio, B8C tidak hanya menghadirkan akses pasar bagi produk desa, tetapi juga memperkuat dukungan berbasis teknologi. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah aplikasi pemetaan potensi desa yang dilengkapi sistem geotagging.

“Aplikasi ini memuat data luas lahan, kualitas komoditas, hingga rantai produksi. Dengan begitu, pembeli dari luar negeri dapat dengan mudah mengakses informasi potensi desa secara langsung,” jelasnya.

Kerja sama ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari relawan, perguruan tinggi, hingga sektor swasta. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat pembangunan nasional berbasis desa, sejalan dengan arahan Presiden.

Di tingkat daerah, dukungan terhadap kolaborasi ini turut disampaikan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) B8C Sulawesi Tenggara. Mereka mengapresiasi langkah Kemendes PDT yang telah membuka ruang kemitraan dengan organisasi masyarakat.

Ketua DPW B8C Sultra, La Ode Muhamad Isdar menyebut, kerja sama ini menjadi peluang besar untuk mendorong ekspos potensi daerah, khususnya Sulawesi Tenggara, agar lebih dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

“Ini menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan potensi daerah, khususnya Sultra, dan secara umum seluruh Indonesia,” ujarnya.

Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat ini diharapkan menjadi model baru dalam pembangunan desa—lebih inklusif, berbasis data, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait